Dishub Sleman Bangun 2 ZoSS, Fokus Keselamatan Pelajar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 07 Juli 2026 09:37 WIB
Dishub Sleman Bangun 2 ZoSS, Fokus Keselamatan Pelajar

Pengendara kendaraan bermotor sedang melintas di atas Zona Selama Sekolah (ZoSS) di wilayah Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Senin (6/7/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, SLEMAN — Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menuntaskan pembangunan dua Zona Selamat Sekolah (ZoSS) pada 2026. Fasilitas tersebut masing-masing berada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sleman dan SDN Ngangkrik Triharjo dengan total anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta dari APBD.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Sleman, Fransiskus De Sales Adriarto, mengatakan saat ini proyek telah rampung dan tengah memasuki tahap administrasi pembayaran kepada pihak ketiga.

“Prosesnya sekarang tinggal administrasi pembayaran. Dari pihak ketiga mengusulkan ke Dishub, kemudian Dishub ke BKAD, lalu diteruskan ke pihak ketiga,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Adriarto menjelaskan pembangunan ZoSS tahun ini sepenuhnya didanai melalui APBD. Sementara rencana pembangunan tambahan melalui anggaran pokok pikiran (Pokir) DPRD serta Program PUPM senilai Rp75 juta belum dapat direalisasikan.

Hal tersebut disebabkan tidak adanya usulan dari Pokir DPRD serta kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada program PUPM.

Menurutnya, penentuan lokasi ZoSS tidak dilakukan secara sembarangan. Dishub Sleman terlebih dahulu menerima usulan dari sekolah, kemudian melakukan survei untuk memastikan tingkat kebutuhan di lapangan.

“Tidak semua sekolah membutuhkan ZoSS. Ada lokasi yang cukup dengan rambu lalu lintas atau pita penggaduh,” jelasnya.

Ia menambahkan, usulan pembangunan ZoSS melalui PUPM sebenarnya telah diajukan sejak 2025 kepada Bappeda Sleman. Namun, rencana tersebut harus tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Padahal, paket ZoSS dari program tersebut memiliki spesifikasi lebih lengkap dengan jumlah rambu yang lebih banyak dibandingkan paket yang dibiayai APBD reguler.

Untuk menambah jumlah ZoSS pada tahun ini, Dishub Sleman masih berupaya mencari tambahan pendanaan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Pembahasan ABT dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

Namun demikian, kepastian penambahan anggaran masih menunggu hasil evaluasi sisa anggaran pemerintah daerah.

Di sisi lain, Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, menilai kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih rendah. Oleh karena itu, keberadaan ZoSS dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan, khususnya bagi pelajar.

“Perlu ada intervensi untuk menekan potensi kecelakaan, terutama di sekitar sekolah,” katanya.

Berdasarkan data Dishub Sleman tahun 2024, terdapat sedikitnya 13 ruas jalan yang rawan kecelakaan. Ruas tersebut antara lain Jalan Glondong–Tegalrejo, Jalan Letkol Subadri, Jalan KRT Pringgodiningrat, Jalan Mudal–Prujakan, Jalan Kadisoka–Tajem, Jalan Gejayan–Manukan, Jalan Ngringin–Krapyak, Jalan Ngangruk–Babadan, Jalan Sorogenen–Sidorejo, Jalan Karang Kalasan–Salakan, Jalan Potrojayan–Kenaran, Jalan Dayu–Krapyak, serta Jalan Kenaran–Losari.

Keberadaan ZoSS diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di kawasan sekolah sekaligus meningkatkan disiplin pengguna jalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online