Banyak Siswa Tak Sarapan, MBG Jadi Andalan di SMP Gotong Royong
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Kasus kebakaran di Kota Jogja masih didominasi faktor kelalaian instalasi listrik. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja mencatat 24 kejadian kebakaran, dengan mayoritas dipicu korsleting listrik.
Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, mengungkapkan bahwa hubungan arus pendek menjadi penyebab paling dominan dalam berbagai insiden kebakaran yang terjadi di wilayah kota.
“Sebagian besar kebakaran disebabkan korsleting listrik. Ini menunjukkan pentingnya perhatian masyarakat terhadap instalasi listrik,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Korsleting Listrik Dominasi Kasus
Dari total 24 kejadian, sebanyak 16 kasus atau sekitar dua pertiga insiden dipicu oleh korsleting listrik. Sementara itu, tiga kasus disebabkan kebocoran gas, dua kasus akibat pembakaran sampah, dan tiga lainnya berasal dari faktor beragam.
Meski jumlah kejadian cukup tinggi, kabar baiknya tidak ada korban jiwa dalam seluruh peristiwa tersebut. Namun, dampak kerugian materiil tetap cukup signifikan.
Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Damkarmat mencatat kerugian akibat kebakaran hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp202 juta. Nilai tersebut hanya mencakup kerusakan fisik bangunan dan belum termasuk kerugian aset atau barang berharga di dalamnya.
“Pendataan kami fokus pada bangunan. Untuk isi di dalamnya tidak kami hitung, sehingga potensi kerugian sebenarnya bisa lebih besar,” jelas Taokhid.
Warga Diminta Lebih Waspada
Melihat tingginya kasus akibat korsleting, Damkarmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain:
Selain listrik, penggunaan kompor gas juga perlu diperhatikan. Warga diminta rutin mengecek selang dan regulator untuk mencegah kebocoran gas yang bisa memicu kebakaran.
Kesadaran Jadi Kunci Pencegahan
Taokhid menegaskan, upaya pencegahan paling efektif sebenarnya berasal dari kebiasaan sederhana masyarakat dalam menjaga keamanan rumah.
“Kesadaran untuk melakukan pengecekan sebelum beraktivitas itu sangat penting. Dari hal kecil bisa mencegah kebakaran besar,” katanya.
Ia berharap masyarakat Kota Jogja semakin disiplin dalam penggunaan listrik dan peralatan rumah tangga, sehingga angka kebakaran dapat ditekan hingga akhir 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.