Advertisement
IFI Jogja dan Grand Hotel De Djokja Hadirkan Exclusive Dinner
Direktur IFI Jogja, Margaux Nemmouchi menyampaikan sambutan dalam Exclusive Dinner Francophonie yang digelardi Grand Hotel De Djokja pada Jumat (24/4/2026). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Sajian lintas negara hadir dalam satu meja makan di Jogja melalui gelaran makan malam spesial yang menggabungkan cita rasa Prancis, Mali, dan Madagaskar dengan sentuhan lokal Indonesia. Pengalaman kuliner ini menjadi bagian dari perayaan Pekan Francophonie yang berlangsung secara global.
Acara bertajuk Exclusive Dinner Francophonie tersebut digelar di Grand Hotel De Djokja pada Jumat (24/4/2026) hasil kolaborasi dengan Institut Français d’Indonésie Jogja. Konsep yang diusung tidak sekadar makan malam, tetapi juga ruang pertukaran budaya melalui kuliner.
Advertisement
Direktur IFI Jogja, Margaux Nemmouchi, menyebut acara ini menjadi momentum berbagi ide dan emosi lewat makanan. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang kerja sama budaya yang lebih luas ke depan.
“Kami sangat senang bisa menghadirkan malam yang spesial ini agar kita semua dapat berkumpul dan berbagi. Ini juga menjadi awal kerja sama yang baik,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para chef yang menghadirkan perpaduan rasa internasional dan lokal dalam satu rangkaian hidangan.
General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menilai kolaborasi ini mencerminkan peran kuliner sebagai jembatan antarbudaya. Menurutnya, makanan memiliki kekuatan yang sama dengan bahasa dalam menghubungkan manusia dari latar belakang berbeda.
Ia menjelaskan, menu yang disajikan merupakan hasil inspirasi dari berbagai negara Francophone yang kemudian diterjemahkan ulang oleh tim dapur hotel.
Chef hotel, Philip Walasary, mengungkapkan proses kreatif dimulai dari kolaborasi bersama mahasiswa asal Mali, Madagaskar, dan Prancis. Mereka berbagi resep khas yang kemudian diolah ulang dengan pendekatan modern tanpa menghilangkan karakter asli.
“Ini menjadi tantangan sekaligus pengalaman menarik bagi kami. Kami mencoba menggabungkan teknik memasak Prancis dengan cita rasa Indonesia,” jelasnya.
Sejumlah hidangan yang disajikan antara lain reinterpretasi hachis parmentier, tiguadege na, serta olahan ayam khas Afrika yang dipadukan dengan bahan lokal seperti singkong. Semua menu dikemas dalam konsep five-course set menu yang menampilkan kekayaan rasa dari tiga negara.
Sebagai informasi, Pekan Francophonie telah digelar sejak 1988 dan menjadi perayaan global bagi lebih dari 321 juta penutur bahasa Prancis di bawah naungan Organisation internationale de la Francophonie. Di Indonesia, perayaan ini dihadirkan oleh kedutaan besar negara-negara Francophone sebagai sarana memperkenalkan budaya kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Drama Penembakan di Washington Hilton, Presiden Trump Dievakuasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dugaan Kekerasan Daycare Jogja, Perlakukan Bayi Tak Manusiawi
- Minta Maaf, Ini Wajah DC Pinjol Pelaku Teror Damkar dan Ambulans
- Fakta-Fakta Kasus Little Aresha, 53 Anak Jadi Korban Daycare Jogja
- AHY Dorong Tol Jogja-Solo Segmen Ini Segera Rampung, Ini Alasannya
- Diduga Aniaya Bayi, Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin
Advertisement
Advertisement







