Lurah Condongcatur Sleman Jadi Tersangka, Kasus TKD Rp1 Miliar
Lurah Condongcatur RCS jadi tersangka kasus korupsi TKD Sleman. Penyewaan tanpa izin rugikan negara hingga Rp1 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melihat langsung progres perkembangan penggarapan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani pada Sabtu (25/4/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN — Pemerintah mendorong percepatan pembangunan ruas Tol Jogja-Solo segmen Prambanan–Purwomartani agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama saat periode lonjakan perjalanan seperti libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini tepat waktu. Ia berharap ruas tersebut tidak hanya selesai secara konstruksi, tetapi juga dapat segera dioperasikan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Dalam kunjungannya ke Simpang Susun Purwomartani, Sleman, AHY meninjau langsung progres pembangunan sekaligus mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam program koridor hijau. Ia menilai, keberadaan jalan tol ini akan menjadi tulang punggung mobilitas di wilayah Jogja dan sekitarnya.
“Kalau bisa segera rampung, tentu akan sangat membantu masyarakat, terutama pada masa-masa padat seperti Nataru maupun Lebaran,” ujarnya.
Pernah Difungsikan Saat Arus Mudik
Ruas Prambanan–Purwomartani sebelumnya sempat dibuka secara terbatas saat arus mudik Lebaran 2026. Pembukaan fungsional tersebut terbukti mampu mengurai kepadatan kendaraan menuju arah Solo.
Ke depan, pemerintah menargetkan ruas ini dapat beroperasi penuh sehingga manfaatnya lebih optimal, baik untuk perjalanan harian maupun distribusi logistik antarwilayah.
Infrastruktur dan Tantangan Pemeliharaan
AHY menekankan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik semata. Tingginya intensitas penggunaan jalan membuat aspek pemeliharaan menjadi sama pentingnya.
Menurutnya, ada dua fokus utama yang harus berjalan seimbang, yakni pembangunan jalan baru dan perawatan infrastruktur yang sudah ada. Tanpa pemeliharaan yang baik, kualitas jalan dapat cepat menurun dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
“Preservasi jalan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Ini penting untuk menjaga keselamatan pengguna sekaligus efisiensi perjalanan,” jelasnya.
Dampak Ekonomi dan Logistik
Keberadaan jalan tol dinilai memiliki dampak luas terhadap efisiensi waktu tempuh. Dengan perjalanan yang lebih cepat, biaya logistik dapat ditekan, sehingga berpengaruh pada harga barang dan daya saing ekonomi daerah.
Selain itu, konektivitas yang semakin baik juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi di kawasan Jogja, Sleman, hingga Solo.
Infrastruktur Jadi Fondasi Pembangunan
AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting untuk mendukung berbagai agenda strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal proyek-proyek strategis agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lurah Condongcatur RCS jadi tersangka kasus korupsi TKD Sleman. Penyewaan tanpa izin rugikan negara hingga Rp1 miliar.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.
Kasus pesta di kelab malam Karawang, 3 tersangka ditetapkan. Pemprov Jabar siapkan pembinaan bagi pelajar yang terlibat.