Advertisement

Guru Besar UAD: Career Readiness SMK Bantu Deteksi Kesiapan Kerja

Sunartono
Sabtu, 25 April 2026 - 16:37 WIB
Sunartono
Guru Besar UAD: Career Readiness SMK Bantu Deteksi Kesiapan Kerja Guru Besar Bidang Psikologi Kerja UAD Profesor Fatwa Tentama. - Istimewa/UAD.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Inovasi aplikasi career readiness SMK hadir untuk mendeteksi kesiapan kerja dan wirausaha siswa sejak dini. Teknologi ini membantu siswa memahami kemampuan dan merancang karier sesuai kebutuhan dunia usaha, industri, dan kerja (DUDIKA).

Guru Besar Bidang Psikologi Kerja UAD Profesor Fatwa Tentama mengatakan salah satu strategi penting dalam menyiapkan lulusan SMK agar selaras dengan DUDIKA adalah melalui deteksi dini kesiapan karier (career readiness). Pendekatan ini memungkinkan siswa mengetahui sejak awal tingkat kesiapan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.

Advertisement

Melalui deteksi dini tersebut, siswa yang akan lulus maupun yang baru lulus dapat memperoleh gambaran atau profil career readiness secara komprehensif. Informasi ini menjadi dasar bagi mereka untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kemampuan secara lebih terarah agar siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha.

"Seiring perkembangan teknologi, proses deteksi kesiapan karier kini dipermudah melalui inovasi prototype berbasis web dan aplikasi career readiness. Platform ini dirancang untuk membantu siswa, guru, dan pihak sekolah dalam mengidentifikasi kemampuan kesiapan karier secara lebih cepat, akurat, dan sistematis," katanya dalam pidato pengukuhan guru besar, Sabtu (25/4/2026)

Web dan aplikasi career readiness memberikan diagnosis terkait kemampuan setiap siswa dan lulusan. Hasil analisis ini menjadi acuan dalam menentukan langkah lanjutan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai inovasi pertama di Indonesia, platform ini mampu menyajikan profil kesiapan karier secara rinci. Fitur yang tersedia meliputi laporan keseluruhan keterampilan, peringkat (rangking) kemampuan, identifikasi kelebihan dan kelemahan, rekomendasi tujuan karier yang sesuai, serta strategi atau tips untuk meningkatkan keterampilan yang masih kurang.

Dalam proses pengembangannya, inovasi ini mengadopsi konsep pentahelix model yang melibatkan lima unsur utama, yakni pemerintah, masyarakat (sekolah, guru, siswa, alumni), pengguna lulusan, akademisi, serta dunia industri dan wirausaha, termasuk peran media. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan sistem yang lebih efektif, relevan, dan berkelanjutan.

Secara teknis, web dan aplikasi career readiness terdiri dari dua sistem utama, yaitu Early Detection Work Readiness System (EDWReS) dan Early Detection Entrepreneurial Readiness System (EDERS). Kedua sistem ini dirancang untuk mengukur kesiapan kerja sekaligus kesiapan berwirausaha siswa SMK secara menyeluruh, sehingga penguatan career readiness SMK dapat dilakukan lebih optimal sejak dini.

"Melalui EDWReS, siswa dan lulusan dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai profil kesiapan kerja mereka. Informasi yang disajikan mencakup laporan keseluruhan keterampilan yang dimiliki, peringkat (rangking) kemampuan, analisis kelebihan dan kelemahan, rekomendasi jenis pekerjaan yang sesuai, hingga strategi peningkatan keterampilan yang masih perlu diperkuat," ujarnya.

Fitur yang disediakan EDERS mencakup laporan lengkap keterampilan berwirausaha, peringkat kemampuan, analisis kelebihan dan kelemahan, rekomendasi jenis usaha yang sesuai, serta strategi peningkatan keterampilan yang diperlukan. Sama seperti EDWReS, sistem ini juga berbasis pakar dan dilengkapi fitur konsultasi langsung dengan ahli kewirausahaan.

EDERS juga menyediakan berbagai sumber pengetahuan, mulai dari teori para tokoh, buku, jurnal ilmiah, hasil penelitian, hingga informasi aktual terkait kewirausahaan yang dapat mendukung pengembangan kemampuan siswa dan lulusan.

"Dari sisi kekuatan data, EDERS dibangun berdasarkan 24 variabel keterampilan kewirausahaan yang dihimpun dari berbagai sumber dan wilayah penelitian. Pengumpulan data melibatkan 1.497 siswa dan 68 responden dari unsur pemerintah, sekolah, guru produktif, siswa yang memiliki usaha, alumni, wirausahawan, akademisi, asesor SMK, serta pimpinan industri dan instansi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pemerintah Tahan Pajak Baru, Prioritaskan Daya Beli

Pemerintah Tahan Pajak Baru, Prioritaskan Daya Beli

News
| Sabtu, 25 April 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Libur Iduladha 2026 Bisa Jadi 6 Hari

Wisata
| Jum'at, 24 April 2026, 12:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement