Dorong Pelestarian Budaya, Budi Waljiman Salurkan Gamelan ke SMA Bosa

Sunartono
Sunartono Sabtu, 16 Mei 2026 13:47 WIB
Dorong Pelestarian Budaya, Budi Waljiman Salurkan Gamelan ke SMA Bosa

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman saat menghadiri pelepasan SMA Bosa Jogja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pelestarian budaya Jawa di lingkungan sekolah kembali diperkuat melalui bantuan satu set gamelan untuk SMA BOPKRI 1 (Bosa) Yogyakarta. Bantuan tersebut diinisiasi Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, sebagai langkah mendorong generasi muda lebih dekat dengan seni karawitan dan budaya tradisional Jawa.

Penyerahan gamelan dilakukan secara simbolis saat kegiatan wisuda siswa SMA Bosa Yogyakarta, Sabtu (16/5/2026). Kehadiran fasilitas kesenian itu diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap sekolah, tetapi juga mampu menghidupkan kembali aktivitas seni budaya di kalangan pelajar.

Sebagai alumni SMA Bosa angkatan 1993 sekaligus Ketua Alumni Bosa Bersatu, Budi Waljiman menjelaskan bantuan gamelan tersebut berasal dari aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD DIY yang dialokasikan melalui Dana Keistimewaan (Danais) lewat Dinas Kebudayaan DIY.

"Sekolah Bosa ini dalam rangka untuk nguri-uri [melestarikan] budaya dan pendidikan, sekaligus budaya Jawa di lingkungan sekolah. Kemarin saya inisiasi melalui pokir saya lewat Danais, lewat Dinas Kebudayaan untuk kami salurkan ke sekolahan Bosa ini," ujar Budi Waljiman.

Satu set gamelan tersebut diberi nama Swara Madhura. Nama itu diberikan langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi yang juga merupakan Ketua Alumni Bosa Bersatu periode pertama.

Menurut Budi, nama Swara Madhura memiliki filosofi mendalam karena dimaknai sebagai "suara kebaikan" yang diharapkan mampu membawa semangat positif bagi para siswa dalam belajar dan berkesenian.

Ia menegaskan bahwa gamelan bantuan tersebut tidak boleh hanya menjadi pajangan di sekolah, melainkan harus digunakan secara aktif untuk mendukung kegiatan karawitan dan seni budaya Jawa.

"Harus dipakai terus. Diharapkan dari situ aktivitas tentang karawitan dan aktivitas kesenian Jawa bisa berlanjut dan bisa disemarakkan di sekolah Bosa khususnya," tegasnya.

Saat ini, perangkat gamelan sudah berada di lingkungan sekolah dan tengah menyelesaikan proses administrasi sebelum dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh siswa untuk kegiatan seni dan pembelajaran budaya Jawa.

Pesan Budi Waljiman untuk Lulusan SMA Bosa

Selain menyerahkan bantuan gamelan, Budi Waljiman juga memberikan motivasi kepada para siswa yang baru lulus agar tetap optimistis menghadapi tantangan masa depan di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, generasi muda harus memiliki semangat perjuangan dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

"Intinya terus berjuang, jangan menyerah. Artinya menyerah itu bukan berarti kalah. Tetap optimis, karena saya selalu sampaikan bahwa yang terhebat di dunia ini adalah kesempatan bertemu dengan kesiapan," pesan Budi.

Ia berharap nilai perjuangan, pendidikan, dan kecintaan terhadap budaya yang ditanamkan selama belajar di SMA Bosa dapat membentuk karakter generasi muda yang siap menjadi pemimpin masa depan.

"Sehingga adik-adik ini bisa menjadi generasi pengganti kita 20 sampai 30 tahun yang akan datang," pungkasnya.

Melalui bantuan gamelan Swara Madhura tersebut, SMA Bosa Yogyakarta diharapkan semakin aktif mengembangkan pendidikan berbasis budaya sekaligus memperkuat pelestarian seni tradisional Jawa di kalangan pelajar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online