Sultan HB X Bertemu Dubes Chile, Bahas Kerja Sama Besar
Sultan HB X bertemu Dubes Chile bahas kerja sama pendidikan, budaya, hingga sister province antara Jogja dan Chile.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membangun sumur bor dan menyalurkan bantuan air bersih kepada ratusan warga di Kabupaten Gunungkidul sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih, terutama di kawasan perbukitan.
Bantuan sumur bor diresmikan di Dusun Baturturu, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, sedangkan distribusi air bersih dilakukan di empat kalurahan di Kapanewon Panggang. Secara keseluruhan, program bakti sosial tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 550 warga serta satu unit masjid.
Peresmian sumur bor di Dusun Baturturu mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 250 warga dan satu unit masjid. Sementara itu, bantuan distribusi air bersih menyasar masyarakat di Kalurahan Giriharjo, Girisuko, Girisekar, dan Giriwungu, Kapanewon Panggang, dengan jumlah penerima manfaat sekitar 300 warga.
Direktur Lalu Lintas Polda DIY yang diwakili AKBP Ricky Dwiraya Putra mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari program bakti sosial Polri untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis perbukitan.
"Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga akan air bersih," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).
Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut menjadi wujud komitmen Polri untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum memperkuat tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap kebutuhan masyarakat.
"Melalui program seperti pembangunan sumur bor dan bantuan air bersih ini, Polri ingin terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. Karena itu, masyarakat diharapkan ikut merawat fasilitas sumur bor sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Semoga fasilitas ini dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Peresmian bantuan diawali dengan pembukaan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Gedangsari Aiptu Suyanto, dilanjutkan sambutan Lurah Mertelu Agustina, penyerahan simbolis sumur bor, doa bersama yang dipimpin Ketua Takmir Masjid Kabah, serta ramah tamah bersama warga.
Melalui program pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih tersebut, Polda DIY berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat diwujudkan melalui pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses air bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X bertemu Dubes Chile bahas kerja sama pendidikan, budaya, hingga sister province antara Jogja dan Chile.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.