Tanggal 3 September Ada Hari PMI dan Momen Penting Dunia

Jumali
Jumali Kamis, 03 September 2026 06:17 WIB
Tanggal 3 September Ada Hari PMI dan Momen Penting Dunia

Palang Merah Indonesia

Harianjogja.com, JOGJA—Setiap tanggal dalam kalender menyimpan catatan sejarah yang berbeda. Pada 3 September, terdapat sejumlah peringatan penting yang memiliki pengaruh besar bagi perkembangan kemanusiaan, arsitektur, kesetaraan gender, hingga sejarah kenegaraan di dunia.

Di Indonesia, tanggal ini identik dengan Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Sementara di tingkat internasional, 3 September juga dikaitkan dengan Hari Pencakar Langit, pemberlakuan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), serta Hari Nasional San Marino.

Berikut sejumlah peringatan penting yang jatuh pada 3 September.

Hari Palang Merah Indonesia

Bagi masyarakat Indonesia, 3 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia. Momentum ini berkaitan dengan langkah awal pembentukan organisasi kemanusiaan nasional setelah Indonesia merdeka.

Sejarah PMI berakar dari organisasi Palang Merah yang pernah berdiri pada masa kolonial Belanda dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie. Organisasi tersebut berhenti beroperasi ketika pendudukan Jepang berlangsung.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Presiden Soekarno memerintahkan pembentukan Palang Merah Nasional pada 3 September 1945. Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Buntaran, kemudian membentuk panitia yang terdiri atas sejumlah tokoh kesehatan dan kemanusiaan.

Upaya tersebut melahirkan Palang Merah Indonesia yang resmi berdiri pada 17 September 1945 dengan Mohammad Hatta sebagai ketua pertama. Hingga kini PMI menjadi salah satu organisasi terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, donor darah, penanggulangan bencana, hingga bantuan sosial.

Hari Pencakar Langit Sedunia

Tanggal 3 September juga dikenal sebagai Skyscraper Day atau Hari Pencakar Langit.

Peringatan ini bertepatan dengan hari kelahiran Louis Henry Sullivan pada 3 September 1856. Sullivan merupakan arsitek Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelopor arsitektur modern dan sering dijuluki “Bapak Gedung Pencakar Langit”.

Namanya lekat dengan perkembangan konstruksi bangunan tinggi pada akhir abad ke-19. Bersama para perancang bangunan lain pada masanya, Sullivan turut mendorong lahirnya era gedung bertingkat yang kemudian mengubah wajah kota-kota besar dunia.

Saat ini, warisan inovasi tersebut dapat dilihat melalui berbagai gedung ikonik seperti Burj Khalifa di Dubai, Empire State Building di New York, hingga berbagai pencakar langit modern yang tersebar di Asia dan Eropa.

Tonggak Penting Kesetaraan Gender Dunia

Pada 3 September 1981, Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) resmi berlaku.

Konvensi tersebut sebelumnya disahkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 18 Desember 1979. Namun, aturan baru dapat diberlakukan setelah memperoleh ratifikasi dari sedikitnya 20 negara.

CEDAW menjadi salah satu instrumen internasional paling penting dalam perlindungan hak-hak perempuan. Konvensi ini mengatur berbagai aspek, mulai dari hak sipil, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga perlindungan dari diskriminasi berbasis gender.

Hingga kini, sebagian besar negara anggota PBB telah meratifikasi konvensi tersebut, menjadikannya salah satu perjanjian internasional dengan tingkat partisipasi tertinggi.

Hari Nasional San Marino

Selain peringatan kemanusiaan dan internasional, 3 September juga menjadi hari nasional bagi San Marino.

Negara kecil yang berada di wilayah Eropa Selatan itu diyakini berdiri pada 3 September tahun 301 Masehi. Menurut tradisi setempat, negara tersebut didirikan oleh Santo Marinus yang melarikan diri dari penganiayaan agama pada masa Kekaisaran Romawi.

San Marino kemudian berkembang menjadi republik yang mampu bertahan selama berabad-abad dan sering disebut sebagai salah satu republik tertua di dunia yang masih eksis hingga saat ini.

Perayaan hari nasional biasanya diisi dengan upacara kenegaraan, parade budaya, pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Tanggal 3 September menunjukkan bahwa satu hari dalam kalender dapat menyimpan beragam peristiwa penting yang membentuk perjalanan sejarah dunia. Dari semangat kemanusiaan PMI, perkembangan arsitektur modern, perjuangan hak perempuan melalui CEDAW, hingga sejarah panjang San Marino, seluruhnya menjadi pengingat tentang nilai solidaritas, kemajuan, dan warisan sejarah yang terus relevan hingga sekarang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online