8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 29 September 2026 03:17 WIB
8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal

Calon transmigran asal Sleman, M. Tauhid, sedang menerima hadiah apresiasi atas raihan juara 1 dalam pelatihan pembekalan catrans di BBPPMT Yogyakarta, Tridadi, Sleman, Senin (28/9/2026). /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak delapan warga Kabupaten Sleman dari dua kepala keluarga (KK) kini tinggal menunggu jadwal pemberangkatan untuk mengikuti program transmigrasi 2026. Mereka akan ditempatkan di dua daerah tujuan, yakni Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ketua Tim Kerja Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Malik Syahrul, mengatakan seluruh tahapan persiapan calon transmigran (catrans) asal Sleman telah rampung.

Saat ini, Disnaker Sleman masih menunggu informasi mengenai jadwal pemberangkatan dari Kementerian Transmigrasi.

Dua keluarga yang akan mengikuti program tersebut yakni Dion Ardy Pratama asal Selomartani, Kalasan, dan M. Tauhid asal Nogotirto, Gamping.

Dion akan ditempatkan di Poso bersama tiga anggota keluarganya. Dengan demikian, ada empat orang dari keluarga Dion yang akan berangkat mengikuti program transmigrasi.

Sementara itu, M. Tauhid akan ditempatkan di Polewali Mandar bersama lima anggota keluarganya. Total ada enam orang dari keluarga Tauhid yang mengikuti program tersebut.

"Seluruh tahapan per hari ini sudah selesai semua. Hari ini penutupan pelatihan catrans di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta. Kami masih menunggu informasi pemberangkatan dari Kementerian Transmigrasi," kata Syahrul kepada Harianjogja.com, Senin (28/9/2026).

Calon Transmigran Sleman Jalani Pembekalan

Malik menjelaskan kedua keluarga tersebut sebelumnya telah mengikuti rangkaian pembekalan sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.

Pembekalan menjadi bagian dari persiapan calon transmigran sebelum nantinya menempati kawasan transmigrasi. Tahapan tersebut telah diselesaikan oleh kedua keluarga asal Sleman.

Dalam kegiatan Pelatihan Pembekalan Catrans di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT), M. Tauhid bahkan berhasil meraih juara pertama.

Dengan seluruh tahapan persiapan yang telah selesai, keberangkatan delapan warga Sleman tersebut kini tinggal menunggu kepastian jadwal dari Kementerian Transmigrasi.

32 Pendaftar Masuk Daftar Tunggu

Di sisi lain, Disnaker Sleman mencatat masih terdapat 32 pendaftar yang masuk dalam daftar tunggu program transmigrasi Kabupaten Sleman.

Namun, tidak semua pendaftar bersedia ditempatkan di wilayah Sulawesi seperti Dion Ardy Pratama dan M. Tauhid.

Sebagian besar calon transmigran masih memilih daerah tujuan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Transmigrasi Jadi Program Peningkatan Kesejahteraan

Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan program transmigrasi hingga saat ini masih menjadi salah satu program andalan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.

Meski demikian, ia menekankan keberhasilan peningkatan taraf hidup tetap bergantung pada upaya para transmigran setelah berada di daerah penempatan.

Pemerintah, kata dia, telah memberikan berbagai bekal, mulai dari modal dan keterampilan hingga hunian di lokasi penempatan. Namun, transmigran tetap harus berupaya secara maksimal agar dapat keluar dari jerat kemiskinan.

“Sikap pantang menyerah untuk mengembangkan kehidupan dan sumber penghidupan baru di daerah penempatan harus dijaga,” kata Epiphana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online