Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Tanimbar Maluku pada Kamis Pagi
Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis pagi. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Ilustrasi. /Antarafoto- Rahmad
Harianjogja.com, JOGJA—Prakiraan cuaca DIY pada Sabtu (31/10/2026) menunjukkan kondisi yang berbeda di lima kabupaten/kota. Kulonprogo dan Sleman berpotensi mengalami hujan ringan, sedangkan Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja diprakirakan mengalami udara kabur.
Berdasarkan data prakiraan yang dirilis Badan Meteorologi, suhu udara di wilayah DIY relatif merata, yakni berkisar 22–31 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berada pada rentang 65–99%.
Berikut rincian prakiraan cuaca di masing-masing wilayah DIY pada Sabtu (31/10/2026):
Prakiraan Cuaca Kulonprogo hingga Kota Jogja
1. Kulonprogo
Wilayah Kulonprogo diprakirakan mengalami hujan ringan. Suhu udara berkisar 22–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 73–98%.
2. Bantul
Cuaca di Bantul diprakirakan berupa udara kabur. Temperatur harian berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar 65–99%.
3. Gunungkidul
Gunungkidul diprediksi mengalami udara kabur dengan suhu 23–31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara diprakirakan berada pada rentang 69–94%.
4. Sleman
Sleman berpotensi diguyur hujan ringan. Suhu udara diperkirakan berkisar 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan antara 73–98%.
5. Kota Jogja
Kondisi udara kabur juga diprakirakan terjadi di Kota Jogja. Suhu harian berada pada kisaran 22–31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 68–98%.
Imbauan bagi Masyarakat
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan kondisi cuaca di wilayah masing-masing. Pengendara kendaraan bermotor perlu menjaga konsentrasi dan mengurangi kecepatan, terutama ketika melintasi jalan yang diguyur hujan karena permukaan jalan berisiko licin.
Sementara itu, warga yang beraktivitas di wilayah dengan kondisi udara kabur, yakni Bantul, Gunungkidul, dan Kota Jogja, disarankan menyalakan lampu kendaraan untuk membantu menjaga keselamatan berkendara.
Masyarakat juga diimbau memantau informasi cuaca resmi secara berkala sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Masa pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke penghujan sering kali ditandai dengan perubahan cuaca yang sangat dinamis, mulai dari panas terik yang mendadak berubah menjadi hujan lebat disertai angin kencang.
Fenomena alam ini tidak hanya berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang, tetapi juga berdampak langsung pada penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap berbagai penyakit seperti flu, batuk, demam berdarah, dan gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memantau informasi prakiraan cuaca resmi guna mengantisipasi segala risiko yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa magnitudo 6,4 mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis pagi. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
QRIS telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pembayaran sehari-hari. Perannya bahkan telah menggantikan sistem pembayaran tunai.
Longsor di Desa Tamanayu, Lumajang, menewaskan Imron Rosadi dan anaknya Hilya setelah rumah mereka tertimpa material longsor.
Menperin Muhammad Sarmuji meminta Kadin memperkuat eksportir baru, investasi industri hulu, dan hilirisasi.
Kemenhub memeriksa kelaikan 2.140 kapal untuk angkutan laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 guna memastikan keselamatan pelayaran.
BMKG mencatat curah hujan ekstrem mencapai 349 mm di Cilacap. Hujan lebat memicu banjir dan longsor di Cilacap-Banyumas.