Penataan PKL, Andong, dan Becak di Malioboro Tunggu Pembangunan Selesai

Ilustrasi Malioboro. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
10 April 2018 15:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja masih menunggu selesainya pembangunan eks Bioskop Indra sebelum menentukan penataan para pedagang kali lima (PKL) Malioboro.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan, penataan para pedagang akan dilakukan bila proses pembangunan eks Bioskop Indra selesai. Termasuk pembangunan sisi barat Jalan Malioboro sebagai pendestrian.

"Kalau semua pembangunan selesai kami baru lakukan sosialisasi," katanya di Balai Kota Jogja, Selasa (10/4/2018).

Heroe mengatakan, Pemkot juga masih belum memetakan PKL mana yang akan ditata kemudian menempati eks bioskop tersebut. Termasuk sosialisasi kepada pedagang.

"Kami akan sosialisasikan setelah semuanya dibangun. Ini tidak hanya Pemkot karena penataan ini butuh kesepatan bersama dengan Pemda DIY dan pedagang. Paling tidak mendekati akhir pembangunan, baru kami sampaikan ke seluruh PKL,” katanya.

Terkait rencana penataan tersebut, Heroe mengakui jika sebagian PKL Malioboro sudah mengetahuinya meskipun secara resmi belum disosialisasikan. Dia berharap agar masalah tersebut tidak menimbulkan polemik karena pemerintah masih akan menyamakan persepsi.

"Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Bagaimana menyamakan persepsi dengan pedagang terkait penataan PKL Malioboro ke eks Bioskop Indra," katanya.

Menurut Heroe, ada beberapa kelompok pedagang yang berminat untuk menempati eks bioskop itu. Sayangnya dia tidak mau menyebut kelompok PKL yang dimaksud. Meski begitu, Heroe berjanji pemkot akan terus mengupayakan keberadaan eks bioskop tersebut akan ditata sedemikian rupa.

“Bangunan gedung itu nantinya akan dibuat sangat nyaman bagi pengunjung. Siapapun bisa mengakses ke sana. Ini yang harus dipikirkan," katanya.

Penataan wajah baru Malioboro tahap kedua (sisi Barat) ini diperuntukkan untuk pedestrian. Perubahan tersebut dinilai siginifikan kareba berdampak pada moda transportasi tradisional seperti becak dan andong. "Kalau menjadi pedestrian, becak dan andong sudah tidak bisa menggunakan jalur lambat itu," katanya.

Sebagai gantinya, kata Heroe, Pemkot menyiapkan lokasi yang cocok untuk "parkir" moda transportasi tradisional itu. Pemkot katanya sudah mengantongi izin untuk menggunakan lahan tersebut.

“Yang sudah disepakati baik andong maupun becak berada di Tugu KB di Jalan Abu Bakar Ali. Tugu itu bisa dirobohkan dan menjadi salah satu tempat untuk andong dan becak tradisional," katanya.

Dia menegaskan, andong dan becak adalah bagian penting dari Malioboro sehingga tidak akan dihilangkan. Begitu juga dengan keberadaan PKL dinilai melekat erat dengan kawasan wisata Malioboro.