Advertisement

Bukan Kemarau Basah, Ini Penjelasan BMKG tentang Hujan yang Masih Turun di Bulan Mei

Abdul Hamied Razak
Selasa, 22 Mei 2018 - 05:17 WIB
Nina Atmasari
Bukan Kemarau Basah, Ini Penjelasan BMKG tentang Hujan yang Masih Turun di Bulan Mei Ilustrasi genangan air. - Solopos/M. Ferri Setiawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Hujan terutama siang hingga sore hari yang melanda wilayah Jogja saat musim kemarau ini disebabkan adanya peningkatan jumlah  kelembaban udara di level atas atmosfer. Kondisi ini tidak sama saat tahun 2016, di mana musim kemarau tergangu La Nina.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan meski masuk musim kemarau hujan masih terjadi di beberapa wilayah di DIY terutama di bagian utara dan tengah.

"Skala hujan yang turun bersifat lokal dengan kategori ringan-sedang, banyak terjadi antara siang hingga sore hari," jelasnya, Senin (21/5/2018).

Djoko menjelaskan, ada perbedaan hujan di musim kemarau saat ini dengan kondisi yang terjadi pada 2016 lalu. Pada 2016 terjadi La Nina sehingga sepanjang musim kemarau terjadi hujan (kemarau basah). "Kalau musim ini tidak ada La Nina sehingga tidak bisa fenomena ini tidak sama dengan 2016," katanya.

Berdasarkan hasil analisa BMKG, hujan yang terjadi hanya berkisar 3-4 mm perhari. Hujan yang terjadi dalam beberapa hari ini muncul akibat adanya peningkatan jumlah kelembaban udara di level atas atmosfer. "Kondisi ini menunjukkan banyaknya kandungan uap air dalam udara," katanya.

Dampak dari kelembaban yang tinggi (di atas 90 %) menyebabkan pertumbuhan awan hujan terutama di siang menjelang sore. Potensi hujan ringan hingga sedang bersifat lokal diprediksi masih muncul dalam tiga hari mendatang.

"Secara umum kondisi iklim di wilayah DIY masih dalam periode musim kemarau. Diprediksi dalam 2- 3 hari ke depan kondisi cuaca cerah-berawan akan kembali mendominasi wilayah DIY," katanya.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Harta Rp4,17 M Disorot Saat Ketua Ombudsman Jadi Tersangka

Harta Rp4,17 M Disorot Saat Ketua Ombudsman Jadi Tersangka

News
| Jum'at, 17 April 2026, 19:37 WIB

Advertisement

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot

Wisata
| Jum'at, 17 April 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement