SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Kapolsek Bantul Komisaris Polisi Paimun./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Kapolsek Bantul Komisaris Polisi Paimun menduga kuat jenazah perempuan yang ditemukan di tengah Sawah, Dusun Cepoko, Desa Trirenggo, Bantul itu adalah korban pembunuhan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan luka yang ada di jasad korban. Luka di bagian wajah dan kepala itu diduga akibat pukulan benda tumpul. Di sekitar mayat korban juga ditemukan kayu sepanjang satu meter yang dipenuhi bercak darah.
“Dugaannya dibunuh," kata Paimun, Rabu (30/5/2018).
Siapa pembunuhnya, polisi masih melakukan penyelidikan. Paimun menduga, terduga pembunuhan itu adalah orang dekat korban. Ia juga menduga pembunuhan dilatarbelakangi motif asmara karena tidak ada barang berharga milik korban yang diambil.
Korban masih mengenakan jam tangan dan cincin di jari tengah. Selain itu, polisi juga menemukan cincin beserta kotaknya yang tidak jauh dari jenazah korban. "Kemungkinan karena asmara," ucap Paimun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Yusril menyatakan pemerintah akan mengevaluasi kewenangan penyadapan lembaga negara setelah Bareskrim menetapkan tiga tersangka kasus penyadapan ilegal.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
BPIP menegaskan Mahkamah Etik Nasional masih sebatas kajian. UII menjadi tuan rumah diskusi penyusunan naskah urgensi lembaga tersebut.
Bareskrim menyita 11 ponsel, satu iPad, dan empat flashdisk dalam penyidikan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo.