Advertisement
MERAPI ERUPSI: 98 Warga Glagaharjo, Cangkringan Mengungsi Mandiri
Titik kebakaran hutan di barat laut Merapi, Jumat (1/6/2018). - Ist/Media Center BPPTKG
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 98 warga Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan mengungsi secara mandiri usai erupsi Merapi yang terjadi Jumat (1/6/2018). Mereka mengungsi mandiri usai erupsi ketiga pada Jumat pukul 21.00 WIB.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Sleman Makwan mengatakan, data terbaru Jumat hingga pukul 23.38 WIB, 98 warga terpantau mengungsi mandiri di Balai Desa Glagaharjo. "Usai erupsi pertama Jumat [08.20 WIB] dan kedua [20.24 WIB] warga belum mengungsi. Namun, usai erupsi ketiga [21.00 WIB] warga mulai mengungsi," ujar dia Jumat malam.
Advertisement
Adapun 98 orang tersebut terdiri dari 48 orang dewasa (6 laki-laki, 42 perempuan), 23 anak-anak (19 L, 14 P), 18 lansia (3 L, 15 P), dan sembilan balita (3 L, 6 P). Mereka berasal dari tiga dusun yakni Srunen sebanyak dua orang, Kalitengah Kidul 26 orang, dan Kalitengah Lor 70 orang. Sebelumnya, mereka juga mengungsi secara mandiri.
Berikut kondisi warga yang mengungsi yang dipotret BPBD Kabupaten Sleman:


Sebaran Abu Vulkanik
Sementara itu, data dari BPBD Kabupaten Magelang menunjukkan, sampai pukul 23.19 WIB, ada beberapa wilayah yang terdampak abu vulkanik dari erupsi pukul 20.24 WIB. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sawangan (Desa Ketep dan Banyuroto), Kecamatan Pakis (Deaa Pogalan), dan Kecamatan Dukun (Desa Sengi).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hujan Lebat Picu Banjir di Jakbar, 12 RT dan 4 Jalan Tergenang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








