Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pembatas jalan yang dipasang di salah satu ruas jalan di Jogja./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perhubungan (Dishub) Jogja menyiapkan rekayasa lalu lintas menyambut musim mudik Lebaran 2018. Persiapan dilakukan lebih awal agar pengendara di kawasan yang rawan macet dapat lebih dikondisikan.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan, persiapan untuk rekayasa lalu lintas di Jogja dimulai sejak H-12. Pihaknya sengaja melakukan rekayasa lalu lintas lebih awal karena selain banyak tahapan yang harus dilakukan, titik lokasi yang perlu direkayasa juga tersebar.
"Sejak hari ini [Senin] kami lakukan manajemen lalu lintas jelang Lebaran. Kami mulai lebih awal dengan harapan bisa cepat dikondisikan," katanya,katanya, Senin (4/6/2018).
Rekayasa lalu lintas yang dilakukan juga tidak sampai menutup jalan. Pihaknya lebih fokus menghadapi lonjakan kendaraan saat Lebaran nanti dengan memasang pembatas jalan nonpermanen. Selain itu juga Dishub Jogja juga memasang rambu-rambu penanda arah, memperbanyak rambu lalu lintas serta mengatur durasi traffic light.
"Khusus untuk pemasangan pembatas jalan nonpermanen, kami awali di sepanjang Jalan Senopati," katanya.
Beberapa titik serupa yang akan diberikan pembatas jalan berada di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Kusumanegara, Jalan Mataram serta Jalan Magelang. Pembatas jalan tersebut sengaja dipasang agar tidak ada pengendara yang memotong arus atau berbalik arah. Alasannya, dalam kondisi jalan yang cukup padat, pemotongan arus bisa menghambat laju kendaraan di belakangnya sehingga terjadi antrean panjang.
"Tahun lalu di Kotabaru kami pasang pembatas. Sekarang sudah diberi divider, pembatas permanen," katanya.
Golkari memperkirakan, sejumlah pusat perbelanjaan bakal menjadi area rawan kemacetan. Beberapa titik yang dicermati antara lain berada di Jalan Malioboro, Jalan C Simanjuntak, Jalan Terban, Jalan Urip Sumoharjo maupun Jalan Prof Yohanes. Mulai H-7, katanya, kawasan tersebut selalu dipenuhi warga untuk belanja kebutuhan Lebaran.
"Kami akan lakukan rekayasa lalin yang lebih intensif lagi di pusat-pusat perbelanjaan ini. Baik dengan menerjunkan petugas ataupun memasang rambu," jelasnya.
Khusus Jalan Malioboro, Golkari menjelaskan jika kawasan tersebut memiliki aturan khusus. Menurutnya, di sepanjang jalan itu sudah terpasang rambu larangan berhenti. "Jika ada kendaraan yang kedapatan menaikkan atau menurunkan penumpang bisa ditilang oleh kepolisian," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.
Presiden Prabowo Subianto memberhentikan sementara Wagub Babel Hellyana terkait kasus pidana. Gubernur kini menjalankan tugas wakil gubernur.