Advertisement
Letusan Merapi Diprediksi Akan Mengarah Ke Kali Gendol
Gunung Merapi Waspada, Selasa (22/5/2018). - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA- Jika Gunung Merapi jadi meletus efusif, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), memperkirakan arah material erupsi, yang kemungkinan juga membawa awan panas, akan menuju ke Kali Gendol, arah barat dan barat laut gunung.
"Untuk skenario adanya tumbuh kubah lava, kami membuat skenario apabila dinding kawah 48, yang sekarang rapuh, kemungkinan runtuh. Untuk arah bukaan atau arah erupsi berikutnya adalah efusif [meleleh] dan mengarah ke Kali Gendol. Tapi, ada kemungkinan juga ke arah barat dan barat laut," ujar Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat jumpa pers, Rabu (6/6/2018).
Advertisement
Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso menambahkan, kemungkinan runtuhnya dinding kawah sudah menjadi perhatian BPPTKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karena itulah bagian tersebut dimasukkan ke dalam rencana kontingensi penanganan dampak letusan.
BPPTKG terus memantau kondisi dinding kawah dengan menggunakan kamera beresolusi tinggi, analisa morfologi kawah dan menggunakan drone. Dengan segala usaha tersebut, Agus berharap jika ada ancaman nyata dari runtuhnya dinding kawah, BPPTKG bisa langsung merespons dengan cepat.
BACA JUGA
Ia menyatakan, BPBD kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah telah menyesuaikan rencana kontingensinya dengan perkiraan yang telah disusun BPPTKG.
Sementara untuk wilayah DIY, sambungnya, BPPTKG akan melakukan update, sebab dinding lava akibat letusan 1997 juga dalam keadaan rapuh akibat suhu yang tinggi. Instansi yang berada di bawah naungan Badan Geologi itu akan segera membuat kajian untuk mengukur kelabilan dinding lava 1997.
Runtuhnya dinding kawah, tambahnya, kemungkinan besar terjadi jika ada desakan kubah lava baru. "Kolapsnya [dinding kawah] perlu dilihat kalau hanya material lama akan jadi guguran biasa, tapi tidak ada awan panas. Namun, jika itu ada tekanan magma [baru] dari dalam dengan kolapsnya itu akan akan ada awan panas," jelasnya.
Meski runtuhnya dinding kawah jadi perhatian BPPTKG, Agus menyebut untuk kenaikan status Gunung Merapi lebih didasari dari pemantauan data-data seismik dan deformasi. Status akan dinaikan ketika aktivitas kegempaan dan deformasi menunjukkan perubahan yang signifikan.
Hingga saat ini status Gunung Merapi masih tetap waspada. Aktivitas kegempaan didominasi gempa hembusan, guguran dan mutltiphase yang menandakan adanya pelepasan gas yang cukup tinggi. Sementara data deformasi tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








