Omzet Pedagang Meroket sejak Pasar Beringharjo Buka hingga Malam, Penerangan Masih Dikeluhkan

Suasana Pasar Beringharjo, Jumat (8/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
08 Juni 2018 16:17 WIB Salsabila Annisa Azmi Jogja Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA - Sejak diresmikan pada 11 April lalu, Pasar Beringharjo yang buka hingga malam dinilai berhasil meningkatkan penghasilan bagi sebagian pedagang. Namun, minimnya infrastruktur khususnya penerangan masih dikeluhkan.

Salah satu pedagang batik cap di Pasar Beringharjo, Fitri mengatakan sejak dirinya berkomitmen ikut membuka lapaknya hingga malam, omzetnya meningkat hingga 50%. "Justru penghasilan jualan malam itu yang menutup [operasional] penjualan sehari. Tapi pas puasa ini sepi sekali," ujar Fitri kepada Harianjogja.com, Jumat (8/06/2018).

Meskipun Fitri puas dengan peningkatan omzet lapaknya, Fitri mengaku dia dan satu karyawan sif di lapaknya merasa repot karena penerangan Pasar Beringharjo yang tak kunjung diperbaiki. Pasalnya ketika ingin buka lapak pada malam hari, para pedagang terpaksa bolak-balik membawa beberapa barang dagangan ke tengah Beringharjo sisi timur.

"Sejak peluncuran belum ada pembenahan [penerangan]. Merepotkan sih, kami harus menggeser barang ke tengah. Terus kalau dari luar losnya gelap kan orang akan mengira sini tutup. Orang enggak akan suka lewat tempat gelap," kata Fitri.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan, ada dua indikator untuk melihat kesuksesan Pasar Beringharjo buka malam. Pertama adalah pedagang yang bersikap terbuka pada pengunjung. Kedua adalah jumlah pengunjung yang meningkat.

Tonang mengatakan, saat ini kesuksesan Pasar Beringharjo buka malam belum sampai pada tahap retribusi. Menurut Tonang kemajuan baru terlihat dari jumlah pengunjung yang meningkat. "Satu bulan lalu sudah evaluasi kok. Tingkat kunjungan ada 4000 orang dalam empat jam setelah buka malam. Untuk lapak yang buka, dari 1.500 lapak sudah ada 60% yang buka," kata Tonang.

Tonang menambahkan, Pasar Beringharjo memiliki dua perilaku. Dua minggu jelang Ramadan, sisi timur akan ramai. Sementara, dua minggu jelang Lebaran, sisi barat alias konveksi akan ramai pengunjung. Tonang menyimpulkan ketika Lebaran, pedagang Pasar Beringharjo buka sampai malam akan kebanjiran pengunjung.

Adplus Tokopedia