Malioboro Kehilangan Dua Kantong Parkir Penting, Ini Saran untuk Masyarakat

Malioboro - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
08 Juni 2018 16:37 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Lebaran 2018, kepolisian juga telah menyiapkan rencana manajemen lalu lintas di Malioboro. Jika lalu lintas di pusat Kota Pelajar itu sudah dianggap terlalu padat, maka pengendara akan diarahkan memutari Stadion Kridosono. Menyambut libur Lebaran ini, Malioboro kehilangan dua kantong parkir penting. Masyarakat diminta naik kendaraan umum.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto mengatakan, rekayasa lalu lintas di Malioboro akan diterapkan berdasarkan situasi yang berkembang. Saat lalu lintas di Malioboro sudah dianggap terlalu macet, baru polisi akan mengambil langkah.

Menurutnya, saat potensi kemacetan terlihat jelas, kepolisian memiliki diskresi untuk mengalihkan arus. Kendaraan yang datang dari arah Jalan Margo Utomo yang hendak ke Malioboro akan diarahkan menuju Stadion Kridosono. Celah di bawah Jembatan Kleringan, yang biasanya dilalui kendaraan yang datang dari Margo Utomo, akan ditutup. Dengan demikian, bagi pengendara yang hendak ke Malioboro mesti memutari stadion.

Kasatlantas Polresta Jogja Kompol Qanti Dwi Prasetio Nugroho mengatakan, rekayasa lalu lintas di Malioboro dilakukan sama seperti yang dilaksanakan di hari-hari besar keagamaan lainnya. "[Tidak ditutup saat Lebaran] Tetap mengalir untuk memberikan kesempatan masyarakat menikmati Malioboro," ujarnya Jumat (8/6/2018).

Sementara untuk manajemen lalu lintas di Jogja, Dwi mengatakan kepolisian punya beberapa strategi seperti pengurangan kendaraan dari simpul terluar atau daerah perbatasan dan pelarangan bus besar atau kendaraan berat masuk kota.

"Bus besar atau kendaraan berat tidak masuk kota. Kami batasi dari Gedung Kuning, dari barat mulai Wirobrajan, selatan dari Jalan Parangtritis," ujarnya.

Dwi menambahkan, khusus untuk malam takbiran, masyarakat diimbau untuk melakukan pawai cukup di wilayah kecamatannya masing-masing. Pawai juga tidak diperkenankan melintasi jalan protokol. "Kemudian dibatasi tidak ada display yang sifatnya ada di tengah atau penggal jalan."

Adplus Tokopedia