Penampakan Ruko di Solo Baru yang Jadi Markas Penipuan Internasional
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Sri Sultan hamengku Buwono X-Gubernur DI.Yogyakarta. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA- Raja Kraton Jogja Sri Sultan HB X menyinggung soal ujaran kebencian dan penyebaran hoaks yang marak terjadi saat ini.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X mengatakan momentum Lebaran Idulfitri sebaiknya dimaknai sebagai titik pijak untuk memerangi keinginan melontarkan ujaran kebencian serta penyebaran berita bohong.
"Kewajiban kita untuk merawat kondisi fitrah ini dari ancaman perang nafsu berupa ujaran kebencian dan berita bohong yang berpotensi membuka luka bangsa yang sulit penyembuhannya," kata Sultan saat acara halalbihalal bersama para pejabat, tokoh masyarakat, dan dunia usaha di DIY di Bangsal Kepatihan, Jogja, Jumat (22/6/2018) malam.
Menurut Sultan, ujaran kebencian belakangan ini terlebih menjelang pemilu terus menerus diproduksi oleh kalangan oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya, reproduksi ujaran kebencian serta berita bohong secara beruntun itu akan menjadi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang pendek akal.
"Ujaran kebencian yang terus direproduksi akan menjadikan bangsa yang pendek akal serta bangsa yang jauh dari tujuan konstitusi," ujar Sultan.
Oleh sebab itu, dalam acara halalbihalal yang dihadiri ratusan pejabat dan tokoh masyarakat itu, Sultan mengajak agar seluruh informasi yang beredar di media sosial tidak langsung disebarkan ulang, tanpa didahului klarifikasi.
"Tabayyun menjadi penting sebagai prinsip kehati-hatian dalam mengelola media sosial, cek dan recek kebenaran berita berikut sumber beritanya," tutur Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.
Selain itu, ia juga mendorong para pemuka agama serta para pendidik agar ikut berperan dengan mengoptimalkan masjid serta lembaga pendidikan untuk mencerdaskan bangsa agar terhindar dari ujaran kebencian serta berita bohong.
Menurut Sultan, berbagai lontaran ujaran kebencian yang terus berlangsung saat ini tidak produktif serta tidak akan mempercepat pencapaian visi bangsa dan pencapaian kemajuan ekonomi negara.
"Idulfitri adalah momentum untuk introspeksi diri bagi segenap anak bangsa yang tengah dalam suasana bangat menjelang pemilu. Jika bangsa-bangsa lain sudah menetapkan visi negaranya kapan akan tercapai, kita masih sibuk berdebat tanpa makna," kata Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ruko di Solo Baru jadi markas sindikat penipuan internasional. Polisi tangkap 38 tersangka dengan modus investasi kripto palsu.
Polresta Banyumas menggelar patroli gabungan di sejumlah titik rawan balap liar di Purwokerto dan menindak empat pengendara pelanggar lalu lintas.
Prabowo menerbitkan Perpres Nomor 26 Tahun 2026 yang memungkinkan BLU dan BUMN mengimpor minyak, BBM, dan LPG untuk ketahanan energi nasional.
Inovasi Vocasignora karya mahasiswa Sekolah Vokasi Undip meraih medali emas dan Best International Invention pada WYIE 2026 di Malaysia.
Veda Ega Pratama finis di posisi ke-21 pada FP2 Moto3 GP Italia 2026 di Mugello. Pembalap Indonesia masih berpeluang memperbaiki hasil di kualifikasi.
Ritual Mendak Tirta menandai dimulainya Yadnya Kasada 2026. Kawasan wisata Gunung Bromo ditutup sementara hingga 2 Juni 2026.