Advertisement
Meski Harga Jual Rendah, Sapi Lokal Punya Kelebihan
Ilustrasi sapi. - IST
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Peternak sapi lokal atau peranakan ongole (PO) di Kabupaten Gunungkidul dipusingkan dengan harga jual sapi yang rendah di pasaran. Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Suseno Budi tidak menampik ihwal rendahnya harga jual sapi lokal. Namun, menurutnya hal itu wajar sebab perbedaan sapi lokal dan impor memang kentara.
Adapun pemilihan sapi lokal sebagai fokus pembibitan untuk para peternak lantaran mudahnya adaptasi di lingkungan yang ada. Berbeda dengan sapi impor semacam ras metal yang terkadang sulit beradaptasi.
Advertisement
"Kadang sapi impor juga sulit bunting. Terutama ternak yang sudah silang. Jadi kurang bagus [untuk dikembangkan]," kata Suseno, Minggu (24/6/2018).
Di Gunungkidul sendiri terdapat 25 kelompok peternak sapi lokal yang tersebar di Kecamatan Playen dan Kecamatan Wonosari.
BACA JUGA
Hingga saat ini Gunungkidul memiliki sekitar 150.000 sapi atau 50% dari total populasi sapi di DIY yang mencapai 310.000 ekor sapi. Dari seluruh populasi sapi yang ada di Gunungkidul 30-40% di antaranya merupakan lokal atau PO.
Hal ini dikarenakan di Gunungkidul, secara geografis maupun tipe memungkinkan sapi jenis PO untuk hidup dan berkembang. Keunggulan sapi PO dibandingkan dengan sapi peranakan lainnya yang sesuai dengan iklim di Gunungkidul adalah kemudahannya beradaptasi serta memiliki daya tahan lebih kuat. Sapi PO juga bisa bereproduksi lebih baik serta tidak boros makanan.
Kendati demikian Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul tidak memaksa para peternak untuk hanya mengembangkan sapi lokal saja. Di luar pembibitan para peternak dipersilakan mengembangkan sendiri. "Untuk silang dengan sapi metal maupun limosin silakan, tapi tetap fokus di sapi lokal," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Batasi Radius Takbir Keliling Hanya di Lingkup Kapanewon
- Puncak Arus Kedatangan Pemudik di Bantul Terjadi Hari Ini
- Rahang Tuna Bakar Jadi Menu Baru Andalan di Jogja, Ini Keistimewaannya
- Akhir Pekan Jadi Waktu Favorit Wisatawan Kunjungi Kawasan Kaliurang
- Pemudik Padati Jogja, Malioboro Jadi Magnet Utama
Advertisement
Advertisement









