Advertisement
UMY Berangkatkan Ratusan Mahasiswa ke Wilayah 3T
Rektor UMY Gunawan Budiyanto (berdiri) sedang menyampaikan laporan tahunan, Rabu (18/4/2018). - Harian Jogja/Sunartono
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL--Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan 215 mahasiswa lintas jurusan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tematik di daerah 3T atau wilayah terdepan, terluar dan tertinggal di Indonesia, Senin (25/6/2018). Mahasiswa dibagi menjadi tujuh kelompok untuk membangun dan memberdayakan masyarakat di wilayah 3T.
Mereka diterjunkan di Desa Tli'u Kecamatan Amanuban Timur NTT, Kecamatan Sembalun Lombok Timur NTB, Sambi Rampas Manggarai Timur NTT, Kampung Warmon Sorong Papua Barat, Desa Tepal Sumbawa NTB, Desa Maspul, Desa Sei Limau, Desa Bukit Harapan, Sebatik Tengah, Kalimantan Utara dan Long Keluh Berau Kalimantan Timur.
Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Sukamta mengatakan, pihaknya sudah memberikan bekal yang memadai kepada para mahasiswa. Seperti memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk membina hubungan baik dengan masyarakat setempat serta harus kompak dalam kelompok agar tercipta sebuah tim yang solid. Selain itu, mereka harus bersikap profesional dan kompeten dalam bekerja dan mengedepankan komunikasi sebagai bagian penting dalam menjalankan program.
"Karena menjadi wakil UMY tentu mereka harus menjaga nama UMY selama berkegiatan. Kami sudah tekankan untuk meluruskan niat anda dengan menjadikan KKN ini sebagai pembelajaran sekaligus sebagai ibadah," ungkapnya, Senin (25/6/2018).
Aris Slamet Widodo selaku perwakilan Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu UMY menyebutkan pentingnya membangun komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, ada banyak kasus gagalnya program, seringkali karena orientasi yang salah dari pelaksananya karena menganggap pemberdayaan masyarakat merupakan one time activity semata. Padahal pemberdayaan masyarakat merupakan kegiatan berkelanjutan dan posisi mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator, bukan sebagai event organizer.
Sehingga, kata dia, mahasiswa harus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyelesaikan masalah agar mampu menemukan solusinya sendiri. Oleh karena itu sangat perlu untuk membaur dengan masyarakat dan memberikan pemahaman dan kesadaran bahwa mereka punya kemampuan untuk berdaya.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petani Diminta Siap Hadapi Kekeringan, Kementan Siapkan 80 Ribu Pompa
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








