Dua Orang Ini Pamit Mundur dari Pencalonan DPD RI

Cholid Mahmud (kiri) saat menyerahkan persyaratan sebagai Anggota DPD RI didampingi Endri Nugroho (kanan), Kamis (26/4/2018) di kantor KPU DIY. - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
12 Juli 2018 15:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dari 13 bakal calon (balon) anggota DPD RI, dua orang dipastikan mengundurkan diri. Keduanya masing-masing adalah Gandung Pardiman dan istri politikus Partai Demokrat Roy Suryo, Imarindayani Priyanti.

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan hingga pendaftaran ditutup Rabu (11/7/2018) pukul 24.00 WIB kemarin, dia hanya menerima 11 berkas balon DPD RI. Sedangkan dua lainnya, kata dia, tidak melanjutkan pencalonan. "Jumlah pendaftar 11 orang bakal calon DPD dari semula yang ada 13 orang. (Gandung dan Ismarindayani) hanya pamit tidak melanjutkan pencalonan DPD. Saya yakin Anda lebih tahu alasannya," kata Hamdan, Kamis (12/7/2018).

Hamdan mengatakan tidak ada konsekuensi bagi bakal calon yang tidak melanjutkan proses pendaftaran. Hal itu melupakan hak politik setiap calon. "Data yang masuk akan kami verifikasi antara 12 hingga 18 Juli. Hasil verifikasi akan kami sampaikan 19 atau 20 Juli. Untuk masa perbaikan dokumen oleh calon mulai 21 sampai 24 Juli," katanya.

Kesebelas balon yang mendaftarkan berkasnya ke KPU, empat di antaranya adalah petahana anggota DPD RI, yakni GKR Hemas, M. Afnan Hadikusumo, Cholid Mahmud dan juga Hafidz Asrom. Mereka harus siap bersaing dengan bakal calon anggota DPD yang baru mengikuti pemilihan termasuk para politikus yang saat ini masih duduk di DPRD DIY.

Para balon muka baru di DPD itu masing-masing Wakil Ketua DPRD DIY Arif Noor Hartanto, anggota Komisi C DPRD DIY Chang Wendriyanto dan pengurus PDIP Yohanes Widi Praptomo. Sedangkan empat bakal calon lainnya adalah Bambang Soepijanto, Hilmy Muhammad, Bachrul Ulum serta Fidelis Indriarto.

Arif Noor Hartanto mengaku siap bersaing dengan empat incumbent (petahana) maupun calon senator lainnya. Dia beralasan ada banyak desakan adanya perubahan senator asal DIY dari sejumlah organisasi masyarakat dan berbagai kalangan termasuk lintas elemen politik. "Mereka ingin ada energi dan passion yang baru. Itulah, salah satu alasan saya untuk maju," katanya, Kamis.

Saat menjadi anggota DPD nanti, dia berkomitmen untuk menjaga Keistimewaan DIY. Begitu juga menjaga hubungan pusat dan daerah yang lebih baik. Yang tidak kalah penting, lanjut dia, adalah menjalin hubungan senator dengan anggota DPR RI dari DIY. "Seperti diketahui kewenangan terbesar masih di ruang sebelah [DPR]. Misi saya bagaimana kedua lembaga ini juga harmonis," kata dia.