Jusuf Kalla Minta Kampus Tak Asal Cetak Banyak Sarjana
Jusuf Kalla mendorong kampus meningkatkan kualitas lulusan karena setiap tahun sekitar satu juta sarjana menghadapi lapangan kerja terbatas.
Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta menyebutkan suhu udara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari terakhir mencapai titik terendah 18 derajat Celcius.
"Suhu udara terendah khususnya malam hari, Dalam beberapa hari ini berkisar 18-20 derajat Celcius," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiono di Yogyakarta, Jumat (20/7/2018).
Dia mengatakan untuk wilayah dataran tinggi, seperti di kawasan Gunung Merapi, suhu udara bisa lebih rendah dari 18 derajat Celsius.
Suhu udara dingin tersebut, menurut dia, merupakan hal yang wajar sebagai salah satu karekteristik dari musim kemarau.
Berdasarkan catatan BMKG Yogyakarta, kandungan uap air dalam udara (kelembaban) di Jogja saat ini rendah.
Uap air mempunyai sifat dapat menyerap radiasi atau panas yang berasal dari bumi sehingga bisa menghangatkan suhu bumi.
"Dengan rendahnya uap air dalam udara maka radiasi dari bumi langsung ke luar menuju atmosfer tanpa ada yang menyerap. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara di sekitar bumi menjadi cepat dingin," kata dia.
Ia memperkirakan suhu udara yang terasa dingin, khususnya pada malam dan pagi hari tersebut, masih akan berlangsung selama periode musim kemarau.
Adapun puncak musim kemarau di Jogja, kata dia, diperkirakan terjadi pada Agustus 2018.
"Sehingga udara dingin ini masih akan berlangsung di DIY," kata dia.
Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat selalu menjaga kesehatan serta mengurangi aktivitas pada malam hari.
"Banyak minum air putih yang cukup karena udara dingin dan kering," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jusuf Kalla mendorong kampus meningkatkan kualitas lulusan karena setiap tahun sekitar satu juta sarjana menghadapi lapangan kerja terbatas.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.
JJLS Kelok 23 Bantul-Gunungkidul resmi diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam buka dan kendaraan yang diperbolehkan melintas.
BPS mencatat harga cabai rawit naik 27,54 persen dan memicu kenaikan IPH di 260 kabupaten/kota pada September 2026.
Jumlah BPR di DIY turun menjadi 52 hingga Triwulan II 2026. OJK menyebut konsolidasi masih berlanjut hingga akhir tahun.