Jadwal KA Bandara YIA Reguler Senin 18 Mei 2026
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Rektor UAD Kasiyarno (kedua dari kiri) beserta sejumlah pimpinan UAD menunjukkan sejumlah barang bukti perjokian masuk FK UAD yang berhasil diungkap, Senin (30/7/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Kopertis Wilayah V DIY memerintahkan kepada semua PTS di Jogja untuk tidak memberikan akses bagi sembilan calon mahasiswa yang menggunakan jasa perjokian saat mengikuti seleksi di Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kopertis juga akan menyerahkan dua nama pelaku joki kepada kampus asal untuk diberikan sanksi atas tindakannya.
Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi menjelaskan, pihaknya akan meminta nama-nama calon mahasiswa yang tertangkap basah menggunakan jasa perjokian di UAD.
Sembilan nama tertangkap saat ujian Fakultas Kedokteran gelombang ketiga dan dua nama tertangkap ketika ujian gelombang pertama. Sebelas nama itu, kata Bambang, akan disebar di seluruh kampus di DIY sekaligus diinstruksikan agar tidak menerima nama tersebut sebagai mahasiswa baru.
"Nama-nama tersebut saya kira tidak pantas diterima di Jogja, saya akan umumkan ke semua pimpinan perguruan tinggi agar jangan mau menerima anak-anak ini," terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (31/7/2018).
Bambang mengaku prihatin aksi menggunakan jasa joki itu justru diketahui oleh orangtua masing-masing. Artinya orangtua mereka mendukung menggunakan cara-cara tak bermoral dalam masuk perguruan tinggi.
"Meksipun nanti pinter tetapi caranya seperti itu kan nanti di kemudian hari dia bisa menghalalkan segala cara, karena sejak awal masuk sudah punya niat seperti itu," ucapnya.
Selain sebelas nama tersebut, lanjutnya, Kopertis akan meminta dua identitas pelaku perjokian di UAD pada gelombang pertama yang menggantikan dua peserta. Menurut informasi dua nama itu tercatat sebagai mahasiswa aktif salah satu perguruan tinggi negeri (PTN). Kedua identitas itu akan diserahkan ke PTN tempat kedua mahasiswa itu belajar agar diberikan sanksi tegas oleh pihak kampus.
"UAD kan menangkap juga yang katanya dua mahasiswa itu, kami akan minta identitasnya, saya tinggal melaporkan saja ke kampus mereka, mau negeri mau swasta saya akan laporkan biar ada sanksi," ujarnya.
Terpisah Kepala Biro Akademik dan Admisi UAD Wahyu Widyaningsih mengatakan, dua mahasiswa yang menjadi joki pada gelombang pertama merupakan mahasiswa salah satu PTN di Indonesia. Tetapi ia menegaskan bukan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Saat melakukan perjokian, keduanya menggantikan nama peserta ujian. Perangkat pendukung yang dipakai berupa jam tangan yang bisa dipakai untuk berkomunikasi mengirim dan menerima jawaban.
"Kami memang belum menyampaikan identitas keduanya ke perguruan tinggi mereka. Tetapi sudah kami minta untuk menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi di tempat lain," ucapnya.
Wahyu menyatakan, sedangkan pada kasus gelombang ketiga, ia menduga peserta yang menggunakan jasa joki lebih dari sembilan orang. Mengingat pasca terjadi penangkapan, banyak peserta yang minta izin ke kamar mandi. Sehingga beberapa peserta yang menggunakan jasa joki tersebut masih berpotensi bisa diterima di UAD. Oleh karena itu, pihaknya meminta pada saat tes tahap berikutnya, peserta hars menandatangani surat pernyataan tidak terlibat perjokian, jika terbukti terlibat akan langsung dikeluarkan dari kampus. "Itu untuk mengantisipasi kemungkinan adanya masalah di kemudian hari," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru periode 2026–2031, sekaligus memperkuat arah gerakan kepemudaan di Jogja
Puasa Tarwiyah dan Arafah bukan syarat sah kurban. Simak penjelasan hukum, jadwal puasa Zulhijah 2026, dan keutamaannya.
BYD M6 DM resmi meluncur di Indonesia sebagai MPV hybrid pertama BYD dengan klaim irit 65 km/liter dan jarak tempuh hingga 1.000 km.
Oakwood Yogyakarta menghadirkan pengalaman hunian modern yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan bisnis maupun rekreasi.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.