TPST Donokerto Sleman Masuk Enam Besar Nasional, Juri Cek Pengolahan Sampah
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA- Penyerapan dana keistimewaan (danais) untuk program fisik Dinas Kebudayaan (Disbud) Jogja semester I/2018 baru tercapai 20,76%. Selain untuk pengadaan pendopo lawas, realisasi fisik digunakan untuk rehabilitasi bangunan cagar budaya.
Kepala Disbud Jogja Eko Suryo Maharso mengakui kecilnya penyerapan danais untuk program fisik tersebut karena pelaksanaannya masih dalam proses. Sebagian masih dalam proses karena memang dijadwalkan pada triwulan ketiga dan keempat. Total danais yang dikelola Disbud tahun ini sekitar Rp11,5 miliar.
Dari dana itu, untuk kegiatan fisik hanya sekitar Rp2 miliar, sedangkan sisanya sekitar Rp9 miliar untuk kegiatan kebudayan nonfisik seperti gelar budaya di 18 kelurahan rintisan budaya. Dia menyebut kegiatan nonfisik Danais dialokasikan juga untuk gelar budaya seperti pasar malam di beberapa kampung di kelurahan budaya.
Kendati baru terserap sekitar 20,76% dia optimistis serapan danais bisa maksimal karena nantinya bakal terlaksana di triwulan III dan IV. Realisasi serapan Danais 2017 untuk urusan kebudayan, lanjutnya, sekitar 90%. “Jadi sebagian kegiatan fisiknya mulai dilaksanakan. Misalnya untuk pembelian pendopo joglo lawasan untuk pendopo kantor Disbud,” kata Eko, Sabtu (4/8/2018).
Selama ini pendopo Kantor Disbud di Jalan Kemasan Kotagede itu berupa pendopo seng. Pendopo seng itu akan diganti dengan pendopo joglo lawasan Kotagede gaya Kalang. Bentuk bangunan itu menyesuaikan dengan bangunan di Jalan Kemasan Kotagede dengan gaya Kalang.
Adapun rehabilitasi Ndalem Notoyudan dilakukan di antaranya perbaikan atap yang rusak dan dinding-dinding yang keropos. Ndalem Notoyudan merupakan bangunan cagar budaya. "Ndalem ini memiliki nilai sejarah sehingga kami rehab menggunakan Danais," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jogja Edy Muhammad menyampaikan total Danais 2018 yang dikelola Pemkot Jogja mencapai Rp25,3 miliar. Sampai semester I realisasinya mencapai 3,37% atau sekitar Rp855 juta.
Danais yang dikelola Pemkot selain untuk urusan kebudayaan juga dialokasikan untuk urusan kelembagaan, tata ruang dan pertanahan.
"Pada tata ruang misalnya, alokasi Danais digunakan untuk memelihara sarana dan prasarana di kawasan Malioboro. Ada juga yang digunakan untuk penataan kawasan Kotabaru,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Imigrasi memanfaatkan I-GHAS 24/7 yang terhubung ke 196 negara untuk mempercepat deteksi buronan internasional di perbatasan.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko menegaskan dukungan kepada Bahlil Lahadalia dan meminta kader tidak terpengaruh isu Munaslub.
Profil Tito Karnavian, mulai dari pendidikan, perjalanan karier di Polri, prestasi sebagai Kapolri, hingga kontroversi sebelum menjadi Mendagri.
Polda DIY menyita 6.182 botol miras ilegal dan membongkar empat industri rumahan miras oplosan di Bantul.
CPNS 2026 direncanakan dibuka November. Simak informasi jadwal pendaftaran, perkiraan 160.000 formasi, dan syarat umum seleksi.