Buang Kebodohan, Kepala Kerbau Dilarung di Pantai Baron

Sejumlah nelayan telah menaikkan gunungan untuk kemudian dilarung di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gununungkidul, Senin (8/10/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Oktober 2018 19:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Ratusan nelayan ikuti upacara tradisi sedekah laut yang diselenggarakan di Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Senin (8/10/2018). Doa keselamatan dan rejeki melimpah dipanjatkan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Kemadang, Ngatno, 59, mengatakan kegiatan ini telah berlangsung secara turun temurun. Adapun tujuan dari upacara ini sebagai tanda terima kasih atas limpahan rejeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan kepada para nelayan.

Selain itu lanjut Ngatno, kegiatan ini juga sebagai sarana meminta doa agar warga khususnya nelayan di Pantai Baron selalu diberi keselamatan dan hasil tangkapan ikan melimpah.

"Memang khususnya di Pantai Baron ini sudah menjadi tradisi dan adat. Ini sudah berlangsung dari nenek moyang kami sebagai tanda terima kasih Tuhan atas rejeki untuk kami," ucapnya usai acara, Senin.

Adapun dalam acara yang berlangsung sejak tengah hari tersebut, panitia menyediakan tujuh gunungan yang berisi beraneka macam hasil bumi dan laut. Gunungan tersebut diarak oleh ratusan nelayan yang mengenakan pakaian adat. Di dalam gunungan, selain hasil bumi, juga ada kepala kerbau yang memiliki filosofi kebodohan yang harus dibuang.

"Kerbau itu simbol kebodohan. Selain kerbau sebenarnya bisa juga kepala kambing atau ayam. Secara maknawi yang dilarung itu pikiran bodohnya, dan kepala itu sebagai simbolnya," jelas Ngatno.

Dalam proses pelarungan sendiri melibatkan 13 kapal nelayan. Kapal tersebut telah menunggu di pinggir pantai untuk kemudian menjadi tempat gunungan. Setelah itu kapal menuju tengah laut, dan gunungan lantas dilarung.

Dikatakan Ngatno, selain sebagai tradisi, kegiatan ini juga menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan. Imbasnya akan meningkatkan perekonomian warga sekitar. Hal ini juga sejalan dengan visi misi Gununungkidul yang gencar mengembangkan pariwisata.

Selain sedekah laut sejumlah kegiatan lain yang nyaris serupa di Pantai Baron adalah adanya tradisi Sadranan dan malam satu suro.

Di lokasi yang sama, Ketua Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan upacara sedekah laut ini bertujuan supaya nelayan selalu diberi keselamatan saat beraktivitas di laut. Selain itu doa agar dilimpahkan rejeki juga terpanjat.
"Intinya kami berdoa kepada Tuhan, tapi medianya upacara ini," jelasnya.

Dikatakan Sumardi akhir-akhir ini hasil tangkapan nelayan lumayan banyak khususnya panen ikan tongkol. Atas hal itu ucapan terimakasih kepada sang kuasa melalui upacara sedekah laut menjadi relevan baginya.