Siap Bersaing, Dimas Diajeng Gununungkidul Perlu Dukungan Masyarakat

Ilustrasi dimas diajeng - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 Oktober 2018 08:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dimas Diajeng Gunungkidul butuh dukungan masyarakat guna bersaing dalam ajang pemilihan Dimas Diajeng Jogja 2018 yang berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Concert Hall, pada Jumat (12/10/2018) mendatang.

Kasi Promosi dan Informasi Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Purnomo Sumardamto mengatakan dalam sistem penilaian nanti, selain oleh juri, salah satu menjadi pertimbangan adalah melalui jumlah suka dalam foto dan video yang tersaji di akun resmi Dimas Diajeng Jogja.

“Jadi bisa melalui instagram dan youtube. Kita berharap didukung oleh masyarakat,” ucap Damto, Minggu (7/10/2018).

Damto mengungkapkan pada edisi Dimas Diajeng sebelumnya, perwakilan Gunungkidul berhasil masuk tiga besar. Namun belum pernah menjadi juara umum. Atas hal itu dia berharap pada tahun ini bisa berprestasi maksimal.

Adapun Dimas Diajeng yang mewakili Bumi Handayani yakni pasangan Dimas Fajar-Diajeng Erly, Dimas Daniel-Diajeng Atikka dan Dimas Rangga-Diajeng Yona. Ketiga pasangan tersebut merupakan pemenang Dimas Diajeng Gunungkidul 2017.

Dikatakan Damto, pihaknya memberikan pelatihan serta pendampingan kepada ketiga pasang tersebut. Harapannya saat penilaian nanti, perwakilan Gunungkidul dapat memberikan seluruh kemampuanya.

Menurutnya ketiga pasangan ini memiliki komitmen tinggi dalam mendukung visi daerah menjadi destinasi wisata yang terkemuka dan berbudaya. "Kita percaya kepada mereka,” ucapnya.

Sementara itu salah satu Dimas Diajeng Gunungkidul, Rangga Febi Kristiawan berharap dirinya bisa memberikan hasil terbaik untuk Gunungkidul. "Selain itu saya berharap dapat menjadi agen of change kepada pemuda yang ada untuk mencintai budaya dan juga pariwisata yang ada di DIY," ucapnya.

Sejumlah persiapan lanjutnya juga telah dimatangkan. Mulai dari belajar dan mengenal budaya serta pariwisata apa saja yang ada di DIY, melatih public speaking serta bahasa inggris.

"Saya juga intens berkomunikasi dengan sesama finalis dari Gunungkidul dan finalis lainnya agar update berita terbaru yang ada untuk menambah wawasan," kata Rangga.