Advertisement
Tanah Ambles di Kemadang Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
Petugas kepolisian bersama dengan TNI dan anggota FPRB Kalurahan Kemadang saat meninjau lokasi tanah ambles di lahan pertanian di Padukuhan Ngelo. Kamis (22/1/2026). - Istimewa BPBD Gunungkidul.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena tanah ambles kembali ditemukan di wilayah Gunungkidul. Kali ini, amblesan tanah atau sinkhole muncul di lahan pertanian warga Padukuhan Ngelo, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, sehingga memicu kewaspadaan pemerintah kalurahan dan masyarakat sekitar.
Lokasi tanah ambles berada di area persawahan milik warga dan relatif jauh dari permukiman, sehingga kejadian tersebut tidak langsung terpantau. Aparat kalurahan memastikan akan memasang papan peringatan di sekitar lokasi untuk mencegah risiko kecelakaan saat warga beraktivitas.
Advertisement
Jogoboyo Kemadang, Guntoyo, menjelaskan bahwa waktu pasti terjadinya tanah ambles belum diketahui. Hal itu disebabkan posisi lahan berada di kawasan pertanian yang jarang dilalui warga.
“Kami tidak tahu persis kapan amblesannya terjadi, karena lokasinya jauh dari permukiman warga,” ujar Guntoyo, Kamis (22/1/2026).
BACA JUGA
Menurut Guntoyo, keberadaan tanah ambles baru diketahui pada Senin (12/1/2026) lalu. Saat itu, pemilik lahan bernama Sutino mendatangi sawahnya untuk memantau tanaman padi yang sedang ditanam.
“Pemilik lahan kaget ketika sampai di lokasi karena mendapati tanah ambles di area sawah yang digarap,” katanya.
Ia menambahkan, sebelum kejadian tersebut wilayah Kemadang sempat diguyur hujan deras akibat cuaca ekstrem. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, amblesan tanah tersebut memiliki panjang antara 3 hingga 6 meter dengan kedalaman sekitar lima meter.
“Kejadian ini sudah kami laporkan ke BPBD Gunungkidul,” ungkap Guntoyo.
Meski hingga kini belum menimbulkan dampak besar, kekhawatiran tetap muncul dari pemilik lahan. Pasalnya, curah hujan masih berpotensi tinggi sehingga amblesan dikhawatirkan dapat meluas.
“Yang dikhawatirkan amblesannya semakin besar dan merusak lahan pertanian. Di situ tidak hanya padi, tetapi juga ditanami rumput gajah untuk pakan ternak,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kalurahan berencana memasang papan peringatan di sekitar lokasi tanah ambles. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat saat melintas atau beraktivitas di area tersebut.
“Sudah dilakukan asesmen oleh Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Kemadang. Kami mengimbau warga agar berhati-hati ketika berada di sekitar lokasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait tanah ambles di Padukuhan Ngelo. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan karena masih terdapat potensi amblesan susulan.
“Hasil asesmen sementara mencatat kerugian materi sekitar Rp1 juta. Namun, di sekitar lokasi masih berpotensi terjadi amblesan lanjutan, sehingga masyarakat harus ekstra waspada,” ujar Edy.
Edy menambahkan, kejadian tanah ambles di Kemadang bukan yang pertama terjadi sepanjang 2026. Fenomena serupa juga ditemukan di wilayah Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang.
“Di Panggang, amblesan tanah terjadi tepat di atas rumah warga sehingga keluarga yang terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kotak Mirip Pocong Gegerkan Warga Kulonprogo, Polisi: Bukan Bayi
- Pasar Sentul Sepi, Wali Kota Jogja Pastikan Retribusi Dipotong
- Bantul Targetkan 98 SPPG, 82 Unit Telah Layani Program MBG
- Keraton: Prosesi Labuhan Parangkusumo Dilaksanakan Abdi Dalem
- Teras Merapi Glagaharjo Legal, Sasar Sambungkan Rute Jip Merapi
Advertisement
Advertisement




