Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Proses pemotongan pohon yang berada di titik longsor di Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Minggu (8/3/2026). /istimewa BPBD Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Akses transportasi utama yang menghubungkan Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul dengan Wedi, Klaten kembali terputus total.
Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah kembali dihantam longsor susulan pada Sabtu (7/3/2026) sore, sesaat setelah tim gabungan berhasil membersihkan material dari kejadian sebelumnya. Insiden ini menjadi kali ketiga dalam kurun waktu satu minggu tebing di kawasan tersebut mengalami kegagalan struktur tanah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat rentetan bencana ini dimulai pada Sabtu (28/2/2026), diikuti longsor kedua pada Selasa (3/3/2026).
Tingginya intensitas hujan serta kondisi tanah yang labil membuat upaya normalisasi jalan menjadi tantangan berat bagi petugas di lapangan.
“Kami lakukan pembersihan material longsor susulan ini dengan menerjunkan tiga alat berat,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, Minggu (8/3/2026).
Edy memperingatkan bahwa potensi longsor susulan di Jalur Clongop masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan visual di puncak bukit, tim menemukan adanya rekahan tanah baru yang sangat berbahaya jika kembali diguyur hujan deras.
Sebagai langkah mitigasi darurat, petugas mulai melakukan pemotongan pohon-pohon di sekitar tebing guna mengurangi beban mekanis pada permukaan tanah yang retak.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menegaskan bahwa penanganan saat ini masih bersifat darurat dengan fokus pada pengerukan material agar jalur logistik dan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.
Terkait solusi permanen untuk memperkuat tebing, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY.
“Saat ini baru sebatas pemindahan material longsor agar akses kembali lancar. Untuk penanganan permanen, masih menunggu hasil kajian dari tim ahli DPUP-ESDM DIY karena di atas masih ada retakan yang berpotensi longsor,” ujar Purwono.
Mengingat status jalan tersebut merupakan milik Provinsi DIY, kewenangan untuk membangun infrastruktur pengaman permanen seperti talud atau penguatan lereng berada di bawah mandat Bina Marga DPUP-ESDM DIY.
Pihak provinsi mengonfirmasi bahwa saat ini tim ahli tengah melakukan pengkajian teknis secara mendalam terhadap struktur batuan dan tanah di bukit Clongop.
Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, membenarkan bahwa belum ada tindakan konstruksi permanen dalam waktu dekat.
“Sekarang masih dikaji, tapi mudah-mudahan segera ada hasilnya sehingga dapat dilakukan penanganan secara permanen,” jelas Wira.
Selama proses pembersihan dan pengkajian berlangsung, masyarakat diminta untuk menggunakan jalur alternatif dan selalu waspada saat melintasi kawasan perbukitan di Gedangsari.
Pengendara diimbau untuk tidak memaksakan melintas saat hujan deras mengguyur wilayah utara Gunungkidul demi menghindari risiko terjebak material longsor yang bisa jatuh sewaktu-waktu dari ketinggian.
Foto istimewa BPBD Gunungkidul
Proses pemotongan pohon yang berada di titik longsor di Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Minggu (8/3/2026). /istimewa BPBD Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap dengan layanan SIMMADE, Simenor Ngabuburit, MPP, Satpas, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap dengan lokasi SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, Saturday Night Service, syarat, dan biaya.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas. Simak daftar jalur terbaru, tarif, dan manfaat transportasi publik murah untuk mobilitas warga Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Sabtu 8 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
DPRD Sleman menyoroti akses IGD dalam desain gedung baru RSUD Sleman senilai Rp125,26 miliar. Kemudahan akses dinilai penting untuk mempercepat penanganan pasie