Advertisement
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bantul Siapkan BTT untuk Bencana
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai penopang utama pembiayaan penanganan bencana alam dan dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah tersebut.
Anggaran BTT disiapkan khusus untuk membiayai kejadian di luar perencanaan rutin, termasuk kerusakan infrastruktur dan permukiman warga akibat bencana alam maupun fenomena cuaca ekstrem.
Advertisement
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kesiapsiagaan anggaran menjadi langkah penting mengingat posisi geografis Bantul yang berada di lintasan Sesar Opak dan memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
“Bantul ini adalah wilayah lintasan Sesar Opak. Sejak dulu kita sudah memahami bahwa kita hidup di daerah yang memiliki potensi bencana,” ujar Halim, Kamis (29/1).
BACA JUGA
Meski tidak mengingat secara detail besaran dana yang dialokasikan dalam pos BTT, Halim menegaskan bahwa bencana merupakan peristiwa yang tidak dapat dihindari karena merupakan bagian dari mekanisme alam dan kehendak Tuhan. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan dan pemahaman masyarakat menjadi kunci utama.
“Yang penting bagi kita adalah memasang kewaspadaan. Masyarakat Bantul harus semakin pintar memahami dan mengantisipasi gejala-gejala bencana,” katanya.
Ia menjelaskan pos BTT berfungsi sebagai “berangkas” anggaran yang tidak boleh digunakan untuk kebutuhan lain dan hanya dapat dimanfaatkan saat terjadi kondisi darurat.
“Bencana itu tidak mungkin kita rencanakan. Maka kita siapkan anggaran di pos Belanja Tidak Terduga,” ucapnya.
Selain kesiapan anggaran, Halim juga menekankan pentingnya peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan kebencanaan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya mitigasi. Menurutnya, warga menjadi pihak yang paling dekat dengan perubahan alam sehingga harus peka terhadap tanda-tanda pergerakan tanah, getaran gempa, maupun perubahan cuaca ekstrem.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Bantul Ribut Bimo Haryo Tejo menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan laporan kerusakan signifikan pascagetaran gempa bermagnitudo 5,5 dan 4,4 yang sempat dirasakan di sejumlah wilayah Bantul.
“Dari seluruh laporan yang masuk, dampaknya hanya kerusakan ringan, seperti retakan kecil pada dinding atau atap rumah. Tidak ada laporan kerusakan besar yang memerlukan penanganan darurat,” kata Ribut.
BPBD Bantul saat ini terus melakukan pemantauan lapangan, tidak hanya terkait aktivitas kegempaan, tetapi juga potensi angin kencang dan cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. Jika ditemukan kerusakan dengan tingkat keparahan lebih tinggi, BPBD akan segera melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Kantongi Hasil Audit Kerugian Negara Proyek Gedung Pemkab Lamongan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



