Kebut Pembangunan Bandara Kulonprogo, Pengurukan Tanah Nonstop 24 Jam

Petugas gabungan mengawal proses pembersihan lahan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, Kamis (28/6 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
13 Oktober 2018 11:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO selaku pelaksana proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) berharap, proses pengiriman material uruk dan pengurukan untuk landasan pacu bandara baru bisa berlangsung 24 jam.

General Manager PT Pembangunan Perumahan (PP)-KSO, Andek Prabowo mengungkapkan, selama ini pengurukan dilakukan mulai dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Sehingga bila proses bisa dilakukan dalam waktu lebih panjang, diperkirakan proses pembangunan akan lebih cepat.

Menurut dia, progres pembangunan fisik semakin bagus. Sejak dimulai pada Juli lalu, semuanya berjalan lancar. Pada Oktober ini juga dimulai pembangunan landside untuk perkantoran dan sarana pendukung lainnya.

"Mohon doa restu kepada masyarakat dan mohon dukungan serta partisipasi, demi kelancaran dan keselamatan proyek, mendukung nawacita presiden," ujarnya, belum lama ini.

Pimpinan Proyek NYIA PT Angkasa Pura I (Persero), Taochid Purnomo Hadi berharap, proyek pembangunan bisa berjalan lancar, baik dan target operasi April 2019 bisa tercapai. Saat ini penyempurnaan landasan pacu terus dilakukan, sembari melakukan pembangunan landside berupa terminal dan bangunan pendukung lainnya.

“Kami masih yakin proyek akan tepat waktu dan di April 2019, sudah bisa beroperasi,” tuturnya.

Diakuinya saat ini ada beberapa kendala kecil di lapangan. Seperti masih adanya warga yang bertahan dan menolak untuk direlokasi. Namun hal ini tidaklah menjadi kendala besar untuk tahapan proyek, karena luasan lahan lain masih bisa dikerjakan lebih dulu.

"Kami masih menunggu koordinasi dengan Komnas HAM, terkait warga yang masih bertahan dan merelokasi masjid,” tuturnya.