Iklan Telat Haid dan Bantuan Skripsi Bikin Kotor Wajah Sleman

Sejumlah sampah visual yang ada di perempatan Jalan Kaliurang, Bulaksumur, Desa Caturtunggal, Depok, Rabu (7/11/2018). - Harian Jogja/fahmi Ahmad Burhan
08 November 2018 14:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tempelan brosur mulai dari iklan telat datang bulan atau haid, bantuan pengerjaan skripsi, hingga bantuan konsultasi masalah seksual marak terpasang di wilayah Sleman. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya melakukan penertiban dan pembersihan sampah visual. Namun upaya itu tak bakal berhasil tanpa peran serta masyarakat.

Kepala Satpol PP Sleman, Herry Sutopo, mengatakan sampah visual tersebut sangat mengganggu kenyamanan, terlebih berbagai iklan yang ditampilkan tidak sesuai dengan tempatnya dan melanggar aturan.

Hery mengatakan jajarannya beberapa kali menggelar penertiban termasuk reklame yang melanggar aturan pemasangan. "Namun dalam praktiknya cukup susah karena selalu muncul lagi, harus ada peran masyarakat dalam upaya pencegahan," ujar Hery, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, beberapa lokasi yang tidak bisa dipasangi iklan atau sampah visual tersebut di antaranya tiang listrik, tiang telepon, pohon, rambu-rambu lalu lintas, dan tiang di jalan umum. Namun sampah visual tersebut masih marak didapati di berbagai lokasi pemasangan, seperti iklan obat telat haid sampai bantuan skripsi.

Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Sleman, Hempri Suyatna, mengatakan keberadaan sampah visual tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga. Ia mengatakan harus ada peran dari Pemkab dalam mengurangi sampah visual yang semakin marak.

"Akar masalah ini harus dipecahkan. Banyaknya iklan telat datang bulan bisa menunjukkan masih banyaknya perilaku menyimpang generasi muda, selain itu persoalan seperti seks bebas menjadi kendala. Kalau bantuan skripsi, itu menunjukkan generasi yang pragmatis dan ingin instan," kata Hempri, Rabu.