Advertisement
Warga Gunungkidul Mulai Bersihkan Bak Air Hujan
Sugiyarto, warga Dusun Pejaten, Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang sedang membersihkan bak penampungan air yang ada di depan rumahnya, Rabu (7/11/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Memasuki musim hujan warga di Dusun Pejanten, Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang mulai membersihkan bak penampungan air yang dimiliki. Kegiatan ini selain menjaga kebersihan, juga bertujuan menyiapkan bak untuk menampung air hujan sebagai cadangan untuk dimanfaatkan saat mengalami krisis air di musim kemarau.
Warga Pejanten, Sugiyarto, mengatakan kegiatan membersihkan bak penampungan merupakan hal yang rutin dilakukan masyarakat. Menurut dia, paling sedikit sekali dalam satu tahun bak dikuras sehingga isi dalam bak menjadi bersih.
Advertisement
“Sudah biasa dan saat membersihkan sampai masuk ke dalam bak yang memiliki tinggi hampir dua meter,” ungkapnya kepada Harianjogja.com, Rabu (7/11/2018).
Sugiyarto menjelaskan hampir setiap warga di Giriwungu memiliki bak penampungan air sendiri. Keberadaan bak-bak ini sangat vital karena sebagai cadangan penyimpan air.
BACA JUGA
Biasanya, bak-bak ini akan ada aliran khusus untuk menyambungkan air hujan dari atap rumah masuk ke dalam. Upaya membersihkan juga untuk mengetahui bak apakah masih berfungsi normal atau tidak. Jika ditemukan adanya kebocoran, maka bisa langsung diperbaiki.
Sugiyarto mengungkapkan keberadaan bak penampungan ini sangatlah membantu untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat. “PDAM memang sudah ada tetapi mengalirnya tidak menentu,” paparnya.
Hal tak jauh berbeda diungkakan Lestari, warga Pejaten. Menurut dia, pasokan air dari PDAM tidak bisa diandalkan karena dalam sepekan hanya mengalir satu kali. Bahkan pada saat kemarau sempat dua bulan tidak mengalir padahal air sangat dibutuhkan masyarakat.
“Kalau sudah benar-benar krisis [PDAM tidak mengalir] warga terpaksa membeli dengan harga Rp150.000 per tangkinya,” ucapnya.
Lestari mengakui bak-bak penampungan yang dimiliki sangat membantu masyarakat. Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, air di dalam bak juga dimanfaatkan sebagai cadangan pada saat mengalami kekurangan.
Lestari tidak menampik pada saat kemarau di wilayahnya sering kekurangan air. Ia pun berharap instalasi PDAM dapat terus memasok air sehingga warga tidak sulit mencukupi kebutuhan air bersih. Sampai sekarang, alirannya tidak lancar dan sering macet padahal dari sisi kewajiban tidak pernah terlambat membayar pajak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








