Pencuri Burung di Gunungkidul Diringkus Polisi

Ilustrasi. - Reuters/Dylan Martinez
21 November 2018 14:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Polsek Karangmojo mengungkap kasus pencurian burung Murai Batu yang menimpa warga Padukuhan Ngipak, Desa Ngipak, Kecamatan Karangmojo, Sukiyono, 63, Senin (19/11/2018).

Dari kejadian itu diamankan warga Purwokerto, Jawa Tengah, Hry,32. Tersangka diamankan saat berada dikontrakannya di Padukuhan Karangduwet 1, Desa Karangduwet, Kecamatan Karangmojo. Di kontrakan tersebut juga ditemukan burung hasil mencurinya beserta sangkar yang belum sempat terjual.

Kanit Reskrim Polsek Karangmojo, Ipda Pudjijono menuturkan kejadian pertama kali diketahui oleh korban, saat akan menyiram tanaman di sekitar rumahnya. Saat itu korban heran lataran burung jenis Murai Batu senilai jutaan rupiah miliknya sudah tidak ada lagi di tempatnya.

“Korban kemudian bertanay kepada anggota keluarga lain, karena tidak kunjung menemukan. Korban sadar telah menjadi korban pencurian setelah tidak ada anggota keluarganya yang mengaku memindahkan burung tersebut,” kata Pudjijono, Rabu (21/11/2018).

Beruntung rumah korban terdapat CCTV untuk mengawasi. Korbanpun lantas mengecek CCTV tersebut, dan mengetahui seorang pria yang telah mengambil burung miliknya.

Sukiyono lantas berkomunikasi dengan rekan-rekannya sesama pecinta burung guna mencari petunjuk lanjutan terkait dengan keberadaan burung Murai Batu miliknya. Atas saran dari sejumlah rekan pecinta burung tersebut, korban lantas melaporkan pencurian yang menimpanya ke Polsek Karangmojo.

Mendapat laporan tersebut pihak kepolisian langsung menelusuri sejumlah petunjuk termasuk diantaranya rekaman CCTV dari rumah korban. Dalam penelusuran itu, akhirnya polisi berhasil menguak identitas pria misterius yang mencuri burung milik Sukiyono.

Tidak berselang lama, polisi kembali mendapatkan informasi terkait keberadaan Hry yang menjadi pelaku pencurian tersebut. Tersangkapun tidak bisa mengelak lagi saat digrebeg. Saat diperiksa, Hry mengaku bahwa terpaksa melakukan pencurian lantaran persoalan ekonomi. Rencananya, burung tersebut akan dijual untuk modal usaha.

Pudjijono, mengungkapkan tersangka saat ini terus diperiksa secara intensif oleh jajarannya. Pihaknya mengembangkan kemungkinan yang bersangkutan telah melakukan pencurian di TKP lain.