Advertisement

13 Dusun di Kecamatan Prambanan Rawan Longsor

Fahmi Ahmad Burhan
Minggu, 02 Desember 2018 - 19:15 WIB
Yudhi Kusdiyanto
13 Dusun di Kecamatan Prambanan Rawan Longsor Ilustrasi tanah longsor - Okezone

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman terus bersiaga dan mengantisipasi bencana yang terjadi saat musim hujan. Berkaca pada peristiwa tanah longsor yang terjadi 2017, empat desa dipetakan dengan potensi longsor paling tinggi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, mengatakan hujan dengan intensitas lebat berpotensi memicu terjadinya tanah longsor. "Kami mengantisipasi bencana longsor di Prambanan, mengingat tahun lalu bencana longsor terjadi di wilayah perbukitan Prambanan. Secara khusus antisipasi dilakukan di empat desa," katanya, Minggu (2/12/2018).

Advertisement

Ia mengatakan empat desa yang berpotensi longsor masing-masing Desa Sumberharjo, Gayamharjo, Sambirejo, dan Wukirharjo. Sebagai bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi terjadinya longsor di Prambanan, BPBD memasang early warning system (EWS).

Makwan mengatakan EWS yang dipasang bakal menginformasikan pergerakan tanah. "Terakhir dicek kondisinya berfungsi," kata Makwan. Ia mengatakan di Sleman ada 30 EWS yang digunakan untuk mengantisipasi longsor.

Camat Prambanan, Eko Suhargono, mengatakan pemetaan dilakukan dalam mengantisipasi potensi longsor. "Mitigasi longsor di Prambanan sudah kami lakukan, kami sudah memetakan wilayah rawan longsor hingga tingkat dusun. Tim sukarelawan di Prambanan terus memantau dan menyampaikan imbauan serta pengarahan kepada masyarakat untuk selalu waspada," kata Eko, Minggu.

Eko mengatakan ada 13 dusun yang masuk pada potensi longsor tinggi di Prambanan, masing-masing di Desa Sumberharjo ada dua dusun yang masuk kawasan rawan, Desa Wukirharjo ada empat dusun, Desa Sambirejo ada tiga dusun, dan Desa Gayamharjo ada empat dusun yang berpotensi longsor.

"Saat ini baru ada dua tempat yang dipasang EWS. Jumlah itu belum mencukupi karena tidak menyeluruh memberikan data pergerakan tanah di tiap desa yang rawan," ucap Eko.





Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Peneliti BRIN Dorong Penambahan Telur pada Menu MBG Ramadan

Peneliti BRIN Dorong Penambahan Telur pada Menu MBG Ramadan

News
| Jum'at, 06 Maret 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement