Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pariwisata Gunungkidul harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pariwisata. Pasalnya hingga akhir November, dari target Rp28,276 miliar, baru terealisasi Rp21,809 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengakui, capaian retribusi wisata belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini terlihat dari jumlah pendapatan yang diterima. Hingga akhir November, pendapatan masuk sebesar Rp21,809 miliar.
“Tahun ini kami mematok pendapatan dari retribusi wisata sebesar RP28,276 miliar. Sedang, sampai akhir November baru memperoleh Rp21,809 miliar,” katanya kepada wartawan, Senin (3/12/2018).
Menurut dia, masih ada selisih sekitar Rp6 miliar yang belum terpenuhi dan harus tercapai di akhir Desember. Hary pun berusaha semaksimal mungkin akan memenuhi target yang dicanangkan sejak awal tahun ini.
“Kita akan terus berusaha. Masih ada libur akhir tahun, mudah-mudahan pada saat natal dan malam tahun baru bisa menutupi kekurangan di dalam target PAD dari retribusi pariwisata,” ungkapnya.
Disinggung mengenai penyebab capaian PAD yang masih jauh dari target, Hary mengungkapkan, salah satu penyebab dikarenakan gelombang tinggi yang terjadi di pertengahan tahun ini.
Menurut dia, fenomena alam ini tidak hanya merusak sejumlah bangunan di kawasan pantai, namun juga menyebabkan berkurangnya tingkat kunjungan. “Hasil evaluasi sementara karena dampak dari gelombang tinggi,” katanya.
Selain PAD yang belum terpenuhi, tingkat kunjungan wisatawan ke Gunungkidul juga belum memenuhi target. Di tahun ini, pemkab menargetkan kunjungan 3.184.286 orang. Namun demikian, hingga akhir November jumlah kunjungan baru mencapai 2.730.077 orang.
“Masih belum memenuhi, tapi masih ada waktu sekitar satu bulan untuk mencapai target baik untuk PAD maupun jumlah kunjungan wisatawan,” imbuh mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.