Advertisement
Tak Mencurigakan, Terduga Teroris yang Ditangkap di Sleman Penampilannya Stylish
Lokasi terduga teroris diamankan oleh detasemen khusus (densus) 88 pada Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang terduga teroris ditangkap di Godean, Sleman, Selasa (11/12/2018) lalu. Warga menceritakan keseharian terduga teroris berinisial IAA tersebut.
Seorang pria terduga teroris asal lndramayu berinisial IAA, 18, diamankan detasemen khusus (densus) 88 pada Selasa (11/12/2018) di sebuah warung makan di Perum Sidoarum Godean, Blok 5 No.72, Jln Garuda, Dusun Kramat RT 06 /RW 18, Padukuhan 5, Desa. Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman, sekitar pukul 14.00 WIB.
Advertisement
Partini, 40, pemilik warung makan, mengungkapkan bahwa sebelum terjadi penangkapan, IAA sedang beristirahat dan makan siang di warungnya bersama tiga orang rekannya.
"Pada waktu makan, tiba-tiba ada tiga orang anggota polisi berpakaian preman dengan menggunakan tutup wajah menghampiri," ucapnya saat ditemui, Rabu (12/12/2018).
BACA JUGA
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap IAA, petugas kemudian mendatangi tempat kerja IAA yang berada persis di depan warung.
Lebih lanjut, ia mengatakan pada saat petugas masuk ke tempat kerja IAA, petugas melakukan penggeledahan terhadap barang-barang milik IAA. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, petugas kemudian meninggalkan lokasi kejadian yang sudah disterilkan hingga 100 meter.
Muhammad Gilang, Kepala Depo tempat IAA bekerja, mengatakan pada saat proses penangkapan, ia tidak berada di tempat.
"Saya dengar kabar dari tetangga kemudian saya langsung ke Polda untuk diperiksa sebagai saksi," katanya.
Ia mengatakan, dalam keseharian tinggal di Mess, IAA merupakan orang yang pendiam namun mudah bergaul. Seperti orang biasanya, ketika libur kerja, IAA sering pergi memancing atau bermain Play Station.
"Saya kaget waktu dengar penangkapan, karena penampilan dia sehari-hari stylish, tidak seperti kebanyakan terduga teroris lainnya," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan IAA sudah bekerja ditempatnya sekitar kurang lebih tiga bulan. Ketika melamar bekerja, katanya, berkas yang dimiliki lengkap dan tidak mencurigakan.
"Saya baru tahu kemarin dari pihak kepolisian bahwa itu [nama yang dikenal warga selama ini] bukan nama aslinya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jerman Prediksi AS Tak Lanjutkan Invasi Darat ke Iran, Ini Alasannya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








