Rute Trans Jogja 2026 Terbaru, Cek Jalur dan Tarif Lengkapnya
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Salah satu peserta lomba menangkap ikan Red Devil di Waduk Sermo, Kulonprogo. /Ist-BKIPM.
Harianjogja.com, JOGJA—Populasi ikan pemangsa atau dikenal dengan Red Devil secara perlahan menurunkan populasi ikan lokal yang berada di Waduk Sermo, Kulonprogo. Kelautan dan Perikanan melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Yogyakarta mengadakan lomba tangkap ikan Red Devil di perairan waduk tersebut.
Kepala BKIPM Yogyakarta Hafit Rahman menjelaskan masuknya Red Devil sebagai salah satu jenis ikan pendatang di Waduk Sermo Kulonprogo telah menimbulkan dampak berkurangnya jenis ikan lokal setempat seperti ikan nila, lele, tawes dan wader di waduk tersebut. Padahal harga jual atau nilai ekonomis dari ikan red devil tidak setinggi ikan-ikan lokal.
“Mengantisipasi semakin berkembangnya ikan red devil di Waduk Sermo serta sebagai sosialisasi mengenai bahaya ikan invasif terhdap kelestarian ikan lokal, kami mengadakan lomba tangkap ikan Red Devil,” terang dia dalam rilisnya Jumat (21/6/2019).
Lomba Tangkap Ikan Red Devil tersebut terselenggara selama tiga hari, mulai tanggal 18 sampai 20 Juni 2019, diikuti oleh warga di sekitar Waduk Sermo dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan yaitu pancing, jala dan jaring. Pihaknya berencana mengadakan kegiatan pelepasan benih ikan lokal ke perairan Waduk Sermo pada 24 Juni 2019 mendatang dengan jumlah sekitar sejuta ekor.
Hafit menegaskan lomba tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah ikan Red Devil di Waduk Sermo, untuk kemudian kita akan gantikan dengan jenis-jenis ikan lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui kegiatan pelepasan benih-benih ikan lokal diharapkan berkembang dengan baik akan mampu bersaing dengan ikan Red Devil yang ada.
“Diharapkan sekaligus membawa dampak ekonomi dan kesejahteraan yang lebih menguntungkan kepada warga nelayan yang atau penduduk sekitar yang memanfaatkan ikan hasil tangkapan di waduk tersebut. Selanjutnya ikan hasil tangkapan lomba tersebut akan disalurkan kepada unit usaha pengolahan ikan setempat untuk dibuat olahan Red Devil Crispy maupun dalam bentuk olahan lainnya,” ujarnya.
Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian Data dan Informasi BKIPM Yogyakarta Haryanto menambahkan kegiatan lomba tangkap ikan red devil dan pelepasan benih ikan di Waduk Sermo Kulonprogo merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan.
“Melalui seluruh kegiatan tersebut diharapkan masayarakat akan lebih mengenal hal-hal terkait karantina ikan, pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan. Sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan mewujudkan partisipasi aktif instansi terkait dan masyarakat dalam mempertahankan kelestarian sumber daya ikan guna mewujudkan kedaulatan dan kesejahteraan bidang kelautan dan perikanan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
GORA BANGSA menjadi strategi baru Dinpar Kulonprogo untuk meningkatkan PAD pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi layanan.
Jadwal Angkutan KSPN Jogja 30 Juni 2026 melayani rute Malioboro-Obelix Sea View dan Pantai Drini dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 30 Juni 2026 lengkap rute YIA–Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Hasil Piala Dunia 2026: Paraguay menyingkirkan Jerman lewat adu penalti 4-3 usai bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Mandatori B50 dinilai berpotensi menaikkan biaya perawatan mesin diesel, tetapi mampu mengurangi impor BBM dan memperkuat industri sawit nasional.