Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan./Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani, Gunungkidul, bakal menelurusi kerusakan sistem jaringan perpipaan yang dimiliki. Hal ini sebagai tindak lanjut adanya kebocoran pipa di Dusun Ploso, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo.
Kepala Seksi Teknik PDAM Tirta Handayani, Ribut Dwi Supatman, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan bocornya pipa PDAM di wilayah Desa Tileng. Rencananya kerusakan tersebut segera diperbaiki sehingga kebocoran bisa diatasi. “Harus diperbaiki karena kebocoran bisa merugikan pelanggan, apalagi saat kemarau warga sangat membutuhkan air bersih,” katanya kepada wartawan, Jumat (21/6/2019).
Menurut dia, untuk titik kebocoran di Tileng PDAM berencana memindahkan pengaturan air yang menjadi sumber kebocoran ke dekat kantor pemantauan boster pompa di Desa Pucung. Diharapkan dengan pemindahan ini kebocoran bisa diatasi karena pengawasan dapat dilaksanakan setiap saat. “Kalau di dekat kantor pengawasannya bisa lebih mudah. Saat rusak bisa langsung diperbaiki sehingga layanan bisa tetap optimal,” katanya.
Dia menambahkan dalam waktu dekat PDAM Tirta Handayani akan menelusuri kerusakan jaringan perpipaan yang dimiliki. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jaringan instalasi berfungsi secara maksimal. “Akan kami telusuri dan jika ada kebocoran langsung diperbaiki sehingga tidak ada air yang terbuang,” katanya.
Sekretaris Camat Girisubo, Arif Yahya, berharap kerusakan jaringan perpipaan milik PDAM bisa diperbaiki agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu. Ia tidak menampik keberadaan air PDAM bagi masyarakat khususnya di wilayah Girisubo sangat vital karena sebagai salah satu solusi mengatasi krisis air saat kemarau. “Semua desa di Girisubo masuk wilayah kekeringan saat kemarau. Jadi dengan adanya pasokan air dari PDAM bisa membantu warga mendapatkan air bersih,” katanya.
Dia berharap jaringan perpipaan untuk sambungan baru harus diperluas. Pasalnya hingga sekarang masih ada wilayah yang belum terjangkau aliran air PDAM. Arif mencontohkan di Dusun Ploso, Desa Tileng saat ini baru ada satu kepala keluarga yang mendapatkan sambungan dari PDAM. “Itu pun baru sebatas uji coba. Harapannya jaringan sambungan baru bisa diperluas sehingga akses air bersih bagi masyarakat semakin mudah,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Ploso, Desa Tileng, rela mengantre untuk mendapatkan air dari bocornya pipa PDAM di wilayah tersebut. Salah seorang warga, Iswayanto mengaku sudah memanfaatkan bocornya pipa PDAM selama satu bulan terakhir. “Daripada terbuang percuma mending ditampung kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.