Ubur-Ubur Menghilang dari Pantai Gunungkidul, Wisatawan Tetap Waspada
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). /Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul menyambut baik adanya kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang terkait dengan Specified Skilled Worker (SSW). Pasalnya dengan kerja sama ini, potensi pengiriman tenaga kerja ke Jepang akan semakin besar.
Kepala Seksi Pendayagunaan Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Jepang merupakan peluang yang baik. Pasalnya, dengan kerja sama bilateral ini maka ada peluang tenaga kerja asal Gunungkidul bisa bekerja di Jepang.
“Ini peluang yang bagus. Apalagi minat warga Gunungkidul yang bekerja ke luar negeri juga semakin banyak,” kata Aris kepada wartawan, Kamis (26/6/2019).
Menurut dia, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menjadi ranah dari Pemerintah Provinsi. Namun demikian, Disnakertrans kabupaten bisa membantu dalam upaya rekomendasi agar masuk dalam program pengiriman tenaga kerja ke Jepang.
“Memang dari sisi kualifikasi harus memenuhi. Jika memang tertarik, kami siap memfasilitasi, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas ketrampilan dan bahasa yang dimiliki,” tuturnya.
Dia menjelaskan, kerja ke luar negeri merupakan hal yang biasa. Setiap tahunnya ada ratusan TKI asal Gunungkidul yang dikirimkan ke berbagai Negara seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan hingga kawasan Timur Tengah.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Gunungkidul, Munawar Aksin mengatakan, untuk bekerja di luar negeri, calon pekerja tidak hanya memiliki ketrampilan, namun dari sisi bahasa juga harus terpenuhi.
Pasalnya, dengan mengerti bahasa tempat tujuan Negara untuk bekerja maka akan mempercepat dalam proses adaptasi di lingkungan kerja.
“Bahasa sangat penting dan kami imbau kepada calon tenaga kerja menguasai bahasa di Negara yang dituju,” katanya.
Menurut dia, untuk meningkatkan ketrampilan calon tenaga kerja, Disnakertrans akan memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja. Munawar menjelaskan, BLK bisa menjadi solusi dan pelatihan sehingga kemampuan yang dimiliki tenaga kerja mumpuni dan bisa bersaing dengan calon tenaga kerja dari daerah lain. “Kita rutin menggelar sejumlah pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan para pencari kerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron memastikan ancaman ubur-ubur menghilang di kawasan pantai, tapi pengunjung diminta waspada potensi laka laut.
Redmi Note 17 Pro Max 5G resmi di Indonesia dengan baterai 10.000 mAh, harga mulai Rp7,499 juta dan prapesan 16–24 September 2026.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Toyota Hiace menabrak truk di Tol Pemalang KM 306. Dua penumpang mengalami kaki terjepit dan dievakuasi tim SAR.
Kebakaran Gunung Lawu meluas ke hutan lindung Ngawi. Tiga titik api masih menyala dengan luas area terbakar sekitar 13 hektare.
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.