Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Foto ilustrasi. /Reuters-Srdjan Zivulovic
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, Asnawi Mukti, mengaku prihatin dengan peredaran pil koplo yang kian marak di Bumi Handayani. Kondisi ini harus diantisipasi sehingga peredaran tidak semakin meluas.
“Banyak kasus yang ditemukan. Contoh terkini, dalam kurun waktu enam bulan ada 1.678 butir pil koplo yang disita untuk kemudian dimusnahkan,” kata Asnawi kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).
Menurut dia, dari kasus yang berhasil diungkap aparat kepolisian, peredaran obat-obatan keras ini berasal dari luar kemudian dijual ke wilayah Gunungkidul. “Ini harus dicegah. Apalagi dari sisi harga terhitung murah sehingga gampang diperjualbelikan,” katanya.
Asnawi menjelaskan meski harga relatif terjangkau, dari sisi dampak tidak kalah dengan narkotika jenis lainnya. “Bedanya pil koplo ini murah tapi dampaknya juga sangat berbahaya bagi kesehatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady. Menurut dia, peredaran pil koplo menyasar ke kalangan ekonomi menengah ke bawah karena harganya sangat murah. Selain itu, segmentasi pembeli juga sudah menjangkit ke anak-anak.
Sebagai gambaran, kata Fuady, di 2018 ada tujuh pelaku yang ditangkap usianya di bawah 18 tahun. Menurut dia, kondisi ini harus diwaspadai karena bisa merusak generasi muda. “Kami terus berupaya mencegah peredaran. Jika ada yang menyalahgunakan narkoba apapun itu bentuknya kami proses seusai dengan hukum yang berlaku,” katanya beberapa waktu lalu.
Kasatresnarkoba Polres Gunungkidul, AKP Tri Wibowo, mengatakan adanya peningkatan kasus narkoba di kalangan anak-anak disebabkan karena beberapa faktor. Selain tingkat pergaulan yang semakin bebas, juga dikarenakan peredaran obat-obat terlarang dengan harga murah sehingga anak-anak dapat dengan mudah mendapatkannya. “Paling banyak yang ditangkap karena pil sapi dan harganya sangat murah,” kata Tri Wibowo.
Mantan Kapolsek Ngawen ini menambahkan, untuk mencegah peredaran narkoba khususnya di kalangan anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi tugas dari aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi dari orang tua. Salah satunya dengan terus mengawasi perkembangan anak sehingga tidak salah pergaulan. “Bimbingan dan perhatian dari orang tua dibutuhkan agar anak-anak tidak salah jalan. Apalagi di tengah-tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek