Kasus Daycare Little Aresha, 7 Pengasuh Minta Dibebaskan dari Dakwaan, Ini Alasannya
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
Visual puncak Gunung Merapi dari pos Pengamatan Gunung Merapi di Selo, Boyolali, Minggu (3/3) pagi./Twitter-BPPTKG DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Kawasan Gunung Merapi, Merbabu, dan Menoreh bakal diusulkan sebagai cagar biosfer ke UNESCO. Sayangnya, aktivitas penambangan pasir menjadi salah satu tantangan jika usulan tersebut diterima organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut.
Biosfer merupakan bagian luar dari planet bumi yang mencakup udara, daratan, dan air yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Biosfer juga mencakup bagian atmosfer paling bawah dekat permukaan bumi, tempat tinggal makhluk hidup baik manusia maupun flora dan fauna.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo, mengatakan usulan sebagai cagar biosfer sejatinya disiapkan sejak dua tahun terakhir. Jika usulan tersebut disetujui UNESCO, maka cagar biosfer tersebut adalah yang pertama dimiliki DIY dan Jawa Tengah. "Kami bersama tim akan segera membuat rencana aksi untuk 10 tahun ke depan agar habitat di wilayah Merapi bisa berjalan dengan baik," katanya, Sabtu (6/7/2019).
Hanya saja, kata Budi, ada beberapa hal yang akan dihadapi Pemda DIY dalam menata lereng Merapi. Antara lain keberadaan permukiman penduduk di zona merah (KRB III) dan penambangan pasir.
"Sampai saat ini masih ada warga yang tinggal di kawasan rawan bencana [KRB III]. Persoalan lainnya penambangan pasir di lereng Merapi. Penataan ini tentu saja membutuhkan pendekatan persuasif agar masyarakat memahami keberadaan cagar biosfer," kata Budi.
Sebelumnya, Ketua Komite Nasional Man and Biosphere (MAB) UNESCO, Prof Enny Sudarmonowati, mengatakan program cagar biosfer UNESCO sangat baik untuk pengelolaan berkelanjutan dan multipihak. Pihaknya kata dia masih memiliki kesempatan karena batas waktu untuk memasukkan kawasan Merapi, Merbabu dan Menoreh sebagai nominasi cagar biosfer di UNESCO berakhir pada September 2019 mendatang.
Di seluruh dunia, kata Enny, terdapat 701 cagar biosfer yang diakui UNESCO yang tersebar di 124 negara. Hingga kini, katanya, Indonesia baru memiliki 16 cagar biosfer yang diakui UNESCO "Mudah-mudahan usulan kami terkait Kawasan Merapi, Merbabu dan Menoreh sebagai cagar biosfer bisa disetujui dalam Sidang International Coordinating Council of the Man and the Biosphere UNESCO ke-32 pada 2020 mendatang," katanya saat bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X pada Selasa (2/7/2019) lalu.
Kawasan Gunung Merapi, Merbabu dan Menoreh diusulkan jadi cagar biosfer karena dinilai memenuhi sejumlah persyaratan untuk menjadi cagar biosfer. Antara lain keunikan biodiversitas, biogeografi, ekosistem, dan kultur di sekitar lokasi. "Selain itu, kawasan tersebut memiliki keanekaragaman flora dan fauna serta potensi pengembangan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI tersebut.
Menurut Enny, untuk mendapat pengakuan dari UNESCO sebuah kawasan menjadi cagar biosfer tidaklah mudah. Salah satu komitmen yang harus dipenuhi adalah adanya jaminan cagar biosfer tersebut tidak rusak akibat ulah manusia. "Khusus di lereng Merapi, tantangan yang dihadapi adalah penambangan pasir. Kami mendorong agar Pemda DIY segera menyelesaikan masalah ini," ujarnya.
Enny memaparkan, ada tiga fungsi konsep cagar biosfer. Selain berfungsi sebagai lahan konservasi dan pembangunan berkelanjutan, juga berguna mendukung aktivitas riset sains, teknologi, dan edukasi. Kawasan Merapi, Merbabu dan Menoreh yang diusulkan menjadi cagar biosfer seluas 250.000 hektare. Adapun kawasan inti konservasi hanya seluas 12.000 hektare. Sementara sisanya dimanfaatkan untuk zona buffer dan zona penyangga transisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (28/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis
Danantara dan BP BUMN merestrukturisasi PTPN I untuk memperkuat keuangan, dengan EBITDA positif Rp1,9 triliun dan target restrukturisasi 2027.
Telkom meraih SDG Pioneer Award di Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 berkat inisiatif green carbon dan blue carbon untuk mendukung
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Karhutla membakar sekitar 100 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Sigi dan Poso. BBTNLL melibatkan Polri dan TNI.