Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Kondisi terminal kargo di Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kulonprogo, Selasa (9/7/2019)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Meski sudah dibuka sejak Mei 2019, aktivitas di terminal kargo Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Kecamatan Temon, Kulonprogo hingga saat ini masih sepi. Kondisi ini terjadi karena belum ada maskapai penerbangan yang berminat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Airport Operation and Services Senior Manager PT Angkasa Pura I, Nyoman Noer Rohim, mengatakan belum adanya maskapai penerbangan yang memanfaatkan fasilitas ini karena YIA belum beroperasi penuh. Di samping itu YIA juga baru mengakomodir penerbangan khusus penumpang.
Sementara aktivitas pengiriman barang lewat jalur udara dari dan menuju Yogyakarta hingga saat ini masih terpusat di bandara Adisucipto Sleman. "Jika penerbangan di Adisucipto sudah pindah semua ke sini [YIA] tentu fasilitas kargo di sini akan ramai," ujarnya, Rabu (10/7/2019).
Kendati belum ada maskapai yang memanfaatkan terminal turun angkut barang itu, Noer pastikan fasilitas yang ada sudah siap digunakan. Di antaranya mesin timbang, ruang penyimpanan barang, hingga yang berbeda dibandingkan terminal kargo di Adisucipto, yakni keberadan ruang penampungan jenazah.
"Memang fasilitas di sini lebih komplet, salah satunya dengan adanya ruang penyimpanan jenazah, untuk antisipasi barang berbahaya atau terlarang, kita ada X ray, alat deteksi barang berbahaya, hingga eksplotif detector," ujarnya.
Terminal ini juga diklaim lebih luas dibandingkan yang ada di Adisucipto maupun Bandara Ngurah Rai, Bali. Noer memaparkan luas bangunan terminal kargo YIA mencapai 6.000 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan 500 ton per hari. Adapun rincian kapasitas terbatas yakni 300 ton untuk domestik dan 200 ton Internasional.
"Untuk pembangunan fisiknya sudah 99 persen, tinggal menyelesaikan yang bagian domestik, tapi kami pastikan sudah siap beroperasi," ujarnya.
Terkait rencana pengoperasian penuh YIA, PT AP 1 menargetkan sebanyak 65 penerbang domestik di Bandara Adisucipto, Sleman akan mulai dipindahkan ke Kulonprogo pada Oktober mendatang.
"Nanti tanggal 17 Juli kami akan adakan rapat dengan sejumlah maskapai terkait pemindahan ini, penerbangan mana saja yang akan pindah, menunggu hasil pertemuan itu," kata Pelaksana Tugas General Manager YIA, Agus Pandu Purnama.
Dia menjelaskan progres pembangunan YIA sudah mencapai 65 persen. Saat ini AP 1 berfokus membangun terminal yang sekarang baru 12.960 meter persegi, akan dikembangkan menjadi total luas 219.000 meter persegi.
"Beberapa bangunan pendukung salah satunya cargo juga dalam proses penyelesaian akhir, sarana-sarana lain pendukungnya termasuk ada nanti gedung parkir ada 3 lantai dan lain-lainnya juga masih kita kerjakan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.