Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi. /SOLOPOS-Ratna Puspita Dewi
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sedikitnya 1.800 siswa lulusan sekolah dasar negeri (SDN) di Kulonprogo belum terlacak nasibnya karena tidak lolos maupun tidak ikut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Menengah Pertama 2019.
Alhasil, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dasar untuk mendata apakah siswa lulusan SD 2019 sudah meneruskan studi ke jenjang berikutnya.
“Kepsek sudah ditugaskan untuk mendata setelah itu dilaporkan ke kami [Disdikpora]. Kalau ada yang belum sekolah akan dicari tahu penyebabnya apa, kemudian akan koordinasi dengan pemangku kepentingan lain untuk memecahkan permasalahan ini,” kata Kepala Disdikpora Kulonprogo, Sumarsana, Jumat (12/7/2019).
Dia menerangkan teknis yang dilakukan para kepala sekolah adalah dengan mencari informasi soal nasib anak didik mereka selepas lulus tahun ini. Perangkat desa juga akan dilibatkan dalam kegiatan ini, guna membantu kebenaran informasi tersebut. Ditargetkan pada akhir bulan ini semua data sudah terkumpul dan hasilnya sudah diketahui.
Berdasarkan hasil pengamatan sementara Disdikpora Kulonprogo, ada sejumlah kemungkinan yang menjadi penyebab calon siswa (casis) tidak melanjutkan sekolah ke SMP atau MTs negeri di Kulonprogo. Ada yang karena perpindahan penduduk ke daerah lain, faktor ekonomi sampai orang tua casis yang sejak awal ingin anaknya masuk ke sekolah swasta.
Sumarsana mengatakan untuk faktor ekonomi nanti dikoordinasikan dengan instansi lain seperti Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo. Jika memungkinkan bakal ada bantuan dana yang diberikan kepada siswa yang bersangkutan agar dapat melanjutkan sekolah ke jenjang SMP/MTs.
Untuk faktor perpindahan penduduk dan minat orang tua memasukkan anaknya ke swasta, itu tak bisa dibendung. Sebab sudah berkaitan dengan ranah pribadi. “Ini baru analisa sementara. Untuk penyebab pastinya ditunggu sampai hasil keluar,” kata Sumarsana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.