Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Proses pembuatan jalan cor rabat di Desa Banaran, Kecamatan Playen, Selasa (16/7/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 reguler tahap kedua tidak hanya mendekatkan aparat dengan masyarakat. Dalam kegiatan ini upaya perbaikan yang dilakukan dapat menjadi faktor pendongkrak perekonomian masyarakat.
Salah seorang warga di Desa Banaran, Sunardi, mengaku berterimakasih kepada aparat TNI yang membantu dalam upaya perbaikan jalan di wilayahnya. Menurut dia, selama ini jalan di kampungnya rusak karena masih berupa jalan berbatu yang sulit dilalui. “Harus hati-hati saat melintas agar tidak jatuh. Saat musim hujan jalan sangat licin,” katanya kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).
Meski demikian, kondisi jalan tersebut sudah mulai diperbaiki melalui program TMMD. Jalan yang dulunya berbatu kini dicor sehingga kondisinya menjadi mulus dan akses masyarakat menjadi lebih mudah. “Sangat terbantu dan warga senang,” katanya.
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan tidak hanya untuk memperbaiki jalan. Dengan perbaikan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga. “Mudah-mudahan roda perekonomian bisa lebih berputar. Jika jalan bagus maka aktivitas warga menajadi semakin mudah. Misalnya ke sawah jadi gampang, mengantar anak ke sekolah juga lebih cepat,” katanya.
Komadan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Noppy Laksana Armyanto, mengatakan program TMMD merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan TNI. Selain untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, kegiatan ini juga sebagai upaya membantu proses perbaikan infrastruktur di Gunungkidul. “Diharapkan dengan perbaikan bisa mendorong ekonomi masyarakat yang lebih bagus lagi,” katanya.
Dia menjelaskan anggaran TMMD tahun ini sebesar Rp1,06 miliar yang bersumber dari APBD, APBN dan APBD DIY. Adapun kegiatan ini meliputi pembuatan cor rabat beton sepanjang 1.385 meter, pembuatan talut, normalisasi jalan, rehabilitas pos siskamling, perbaikan balai dusun, masjid dan MCK. “Kami tidak hanya melakukan kegiatan fisik, tapi juga memberikan penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan, bahaya narkoba hingga penggunaan media sosial dengan bijak kepada masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Dokter jantung mengingatkan olahraga rutin setelah usia 40 tahun tetap penting untuk menjaga kesehatan jantung, asalkan dilakukan bertahap dan terukur.
KPK mengungkap kronologi penitipan penahanan Febrie Adriansyah setelah menerima surat perbantuan dari Kejagung sesuai prosedur.
Gempa magnitudo 4,7 mengguncang Pesisir Barat, Lampung, Sabtu dini hari. BMKG mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.
BPOB meluncurkan Land & Legacy Jemparingan di Borobudur Highland sebagai wisata budaya berbasis wellness tourism yang melibatkan masyarakat lokal.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di Sleman City Hall. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.