Libur Sekolah, Ancaman Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Meningkat
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Anggota TNI yang dipimping Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Noppi Laksana Armiyanto saat meninjau lokasi Sumber Pulejajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Jumat (12/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Keberadaan sumber air di Luweng Pulejajar, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, hingga saat ini belum termanfaatkan dengan optimal. Guna memanfaatkan potensi sumber di sungai bawah tanah ini, masyarakat bersama dengan anggota TNI dan sukarelawan menambah pipa untuk mengangkat air.
Pegiat Komunitas Merangkul Bumi (Kombi), Rubiyanto, mengatakan potensi air di Luweng Pulejajar sangat besar karena saat musim hujan bisa mencapai 150 liter per detik, dan saat kemarau kapasitasnya di kisaran 50 liter per detik. Sayangnya, dari potensi tersebut air yang diangkat baru mencapai 1,18 liter per detik. “Belum bisa sepenuhnya dimaksimalkan,” kata Rubiyanto kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).
Menurut dia saat ini ada upaya menambah kapasitas produksi air dengan cara menambah pipa ukuran tiga inch ke dalam gua. Diharapkan dengan tambahan pipa ini debit bisa ditingkatkan dari 1,18 liter per detik menjadi empat liter per detik. “Sudah mulai dan proses pemasangan melibatkan sukarelawan dari lintas sektoral mulai dari anggota pencinta alam, mahasiswa hingga anggota TNI,” katanya.
Rubiyanto mengatakan fasilitas selang sepanjang 1,2 kilometer dipasang di dekat pipa yang terpasang lama. “Akan dimasukkan ke dalam dan dengan pipa yang lebih besar maka air yang keluar juga lebih besar,” katanya.
Menurut dia di wilayah Desa Jepitu sudah ada instalasi PDAM. Namun tidak semua warga berlangganan sehingga mengalami krisis air saat kemarau. Selain itu, warga yang berlangganan juga sering mengeluh karena aliran sering terganggu. “Kalau kemarau banyak warga yang membeli air dengan harga rata-rata Rp100.000 per tangki. Mudah-mudahan dengan meningkatan kapasitas air ini maka bisa mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat di Jepitu yang mencapai 1.200 kepala keluarga,” katanya.
Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf. Noppi Laksana Armiyanto, mengatakan jajarannya berkomitmen untuk membantu dalam upaya mengatasi krisis air bersih saat musim kemarau. Menurut dia TNI memberikan pipa ukuran tiga inch sepanjang 1,2 kilometer untuk mengangkat air di sumber Pulejajar. Kodim juga memberikan bantuan logistik dan alat keamanan untuk menuruni gua. “Sudah kami sediakan dan kami ikut kerja bakti yang dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Mudah-mudahan dalam waktu empat bulan semua instalasi selesai dipasang,” katanya.
Noppi menjelaskan pengangkatan air di sumber ini tidak membutuhkan motor penggerak karena daya memanfaatkan gravitasi. “Mudah-mudahan sukses dan bisa mengaliri air ke desa-desa di wilayah Girisubo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Delapan tim lolos perempat final MLSC 2026 di Kudus. Sejumlah laga rematch panas siap tersaji di babak delapan besar.
Ekuador mencetak gol pertama mereka di Piala Dunia 2026 saat menahan Jerman 1-1. Pantai Gading sementara unggul 1-0 atas Curacao.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Bareskrim Polri menyita 300 dokumen ekspor dan memeriksa 87 kontainer terkait dugaan pelanggaran ekspor komoditas fatty matter.
Simak jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 26 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.