BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Wasudin, salah seorang nelayan di Pantai Ngerenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, memperbaiki mata pancing yang biasa digunakan untuk mencari ikan di laut, Kamis (18/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, mengeluh karena hasil tangkapan yang minim. Kondisi paceklik ini sudah terjadi sejak akhir Mei 2019.
Salah seorang nelayan, Endro, mengatakan kondisi paceklik ikan sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Hal ini terlihat dari hasil tangkapan yang minim. Biasanya, kata dia, pada saat normal dia bisa mendapatkan hasil tangkapan hingga 300 kilogram, namun untuk sekarang bisa mendapatkan 50 kilogram sudah bagus. Adapun ikan-ikan yang didapatkan seperti sidat, belanak, kerapu hingga kakap. “Tidak mesti karena terkadang pulang dengan tangan hampa,” kata Endro kepada wartawan, Kamis (18/7/2019).
Dia mencontohkan saat menangkap ikan pada Selasa (16/7) lalu hanya mendapatkan hasil tangkapan ikan senilai Rp200.000. Hasil itu tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional melaut karena selain membeli bahan bakar, dia juga harus membeli daging untuk umpan memancing.
“Kami melaut sampai ke wilayah Pantai Parangtritis, Bantul, dan biaya pulang pergi menghabiskan BBM senilai Rp75.000. Pengeluaran ini belum termasuk membeli umpan dan lain sebagainya. Jadi, kalau mendapatkan hasil Rp200.000, maka hanya cukup untuk operasional,” katanya.
Menurut dia, hasil tangkapan yang minim masih diperparah dengan embusan angin timur yang sulit diprediksi. Saat ini, kata Endro, alat tangkap yang digunakan hanya mengandalkan pancing. “Penggunaan jaring kurang cocok karena mudah terbawa arus. Kami berharap agar masa paceklik ini segera berakhir,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Wasudin, nelayan lain di Pantai Ngerenehan. Menurut dia masa paceklik ikan sudah hal yang biasa karena hampir terjadi di setiap musim. “Kami harus bersabar karena saat ini belum memasuki masa panen,” kata Wasudin.
Sama seperti pengalaman di tahun sebelumnya, masa panen baru tiba mulai Agustus hingga datangnya musim penghujan. “Untuk sekarang, selain melaut nelayan juga menggarap ladang guna menambah penghasilan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
LinkedIn memangkas sekitar 5 persen karyawan global di tengah tren PHK industri teknologi 2026 meski pendapatan perusahaan masih tumbuh positif.
Massimiliano Allegri dikabarkan hengkang dari AC Milan setelah konflik panas dengan Zlatan Ibrahimovic dan performa Rossoneri menurun.
MacBook Neo resmi dibuka pre-order di Indonesia mulai Rp10 jutaan. Laptop Apple ini memakai chip A18 Pro dan hadir tanpa kipas pendingin.
Manchester City punya rekor impresif di Wembley jelang final Piala FA 2025/2026 melawan Chelsea. Guardiola catat 15 kemenangan dari 23 laga.