Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Bisnis Indonesia-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) tahun ini siap melelang tujuh ruas jalan tol di sejumlah daerah. Dua di antaranya tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo.
BPJT juga masih mengkaji tol ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Menurut Kepala BPJT Danang Parikesit, jalan tol menuju YIA akan dibangun secara bertahap ketika ruas tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen sudah dibangun.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sempat menolak pembangunan tol ke bandara baru. Namun, belakangan Sultan kemudian melunak dan menyetujui keberadaan tol asal dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi demi menjaga roda perekonomian masyarakat banyak.
Danang mengatakan tol menuju Kulonprogo dibangun untuk memperlancar arus lalu lintas YIA. “Kalau Pak Sultan menyarankan [proses pembangunan] dilakukan bertahap antara [jalan tol] yang Solo ke Jogja, kemudian Jogja-Kulonprogo,” ujar Danang di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport di Hotel Swiss-Belboutique, Jogja, Rabu (24/7/2019).
BPJT masih menunggu keputusan Gubernur DIY untuk merampungkan trase. Tol di DIY akan dibangun sebagian melayang dan sebagian di tanah.
“Kami hindari trase yang melewati permukiman. Kalau melewati permukiman, harus elevated,” ucap dia.
BPJT bersama Direktorat Jenderal Bina Marga saat ini masih mengkaji pembatasan rest area di koridor jalan tol dan akan mengarahkan pembangunan rest area di pintu keluar jalan tol. Rest area diperlukan agar pelaku usaha kecil bisa memperoleh kesempatan berusaha.
“Kami kemungkinan membatasi rest area di koridor jalan dan memindahkan ke exit tol. Kalau rest area di koridor biasanya yang banyak adalah usaha besar,” ujar Danang.
Ketua Tim Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi menegaskan pada prinsipnya Sultan tidak menolak jalan tol.
“Yang ditakutkan Sultan adanya tol yang membelah permukiman masyarakat. Itu jadi pertimbangan luar biasa,” katanya.
Sultan berhati-hati agar pembangunan jalan tol tidak berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat.
“Sultan tetap mendukung. Tetapi, tidak ada jalan tol Jogja-Kulonprogo di PSN [Proyek Strategis Nasional]. Yang ada Jogja-Bawen dan Jogja-Solo. Akses itu baru akan diusulkan,” katanya.
Rani mengatakan Sultan waswas tol ke bandara akan membuat jalur kereta api sepi, padahal saat ini PT KAI juga membangun rel menuju YIA.
“Oleh karenanya, kita mesti duduk bersama. Mana yang didahulukan agar semua bisa tumbuh,” kata Rani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.