Ada Jalan Tol, Investasi di DIY Bisa Tembus Rp30 Triliun

FGD Optimalisasi Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport di Hotel Swiss-Belboutique, Jogja, Rabu (24/7/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak
24 Juli 2019 22:02 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam lima tahun ke depan, investasi infrastruktur yang ada di wilayah DIY diperkirakan lebih dari Rp30 triliun. Pemda harus merespons peluang ini demi kesejahteraan rakyat.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan nilai investasi lebih dari Rp30 triliun itu meliputi investasi pembangunan dua ruas jalan tol (Jogja-Bawen dan Jogja-Solo) yang berkisar Rp15 triliun hingga Rp20,46 triliun.

“Dana tersebut belum termasuk infrastruktur jalur kereta api, kemudian nanti ada [pengembangan] pelabuhan laut [Tanjung Adikarta], pembangunan SPAM [Sistem Pengolahan Air Minum Kartamantul] kemudian ada beberapa underpass. Jadi murni infrastruktur. Kalau ditambah investasi di sektor UKM, bisa lebih dari Rp30 triliun,” katanya di sela-sela Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport di Hotel Swiss-Belboutique, Jogja, Rabu (24/7/2019).

Danang berharap Pemda DIY menangkap peluang ini, misalnya memanfaatkan ruas jalan tol untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Ketua Tim Pelaksana Harian Unit Manajemen Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan Prioritas (TP5) DIY Rani Sjamsinarsi yang juga hadir dalam FGD tersebut mengatakan dalam lima tahun ke depan fokus pembangunan di provinsi ini ada di wilayah Selatan DIY. Hal itu sesuai dengan visi misi Gubernur DIY yang menjadikan pesisir selatan sebagai pintu gerbang DIY.

“Mulai dari Bandara YIA, Pelabuhan Tanjung Adikarto, Pasir Besi yang akan beroperasi, hingga pembentukan KEK Pariwisata di Bantul hingga Gunungkidul. Kota Jogja akan dijadikan pusat budaya DIY,” kata dia.

Pemda DIY juga menyiapkan masterplan aerotropolis di Kulonprogo di luar aerocity yang disiapkan Pemerintah Pusat.