Lansia 85 Tahun Hilang di Gunungkidul, Pencarian Belum Berhasil
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Ilustrasi monyet ekor panjang./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dampak musim kemarau tidak hanya mengakibatkan krisis air di sejumlah wilayah di Gunungkidul. Kekeringan juga berdampak munculnya monyet ekor panjang untuk mencari makan di area permukiman warga.
Salah satu serbuan primata ini bisa dilihat di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di Kecamatan Patuk. Hampir setiap hari ada puluhan ekor monyet yang berkeliaran di area wisata untuk mencari makanan.
Pengelola wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Sudadi, mengatakan kedatangan monyet ekor panjang merupakan hal yang biasa khususnya saat musim kemarau. Setiap tahun saat kemarau kawanan monyet datang untuk mencari makan. “Paling massif terjadi dalam lima tahun terakhir,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).
Menurut dia, habitat asli monyet ekor panjang berada di puncak gunung. Saat musim penghujan kawanan tidak turun karena di kawasan perbukitan banyak tersedia air dan makanan. Namun saat kemarau kawanan monyet turun untuk mencari makanan. “Biasanya mencari makanan di tempat pembuangan sampah. Tapi tak jarang monyet merampas makanan yang dijual di warung,” katanya.
Untuk mengantisipasi penjarahan, pengelola berusaha menanam tanaman buah seperti kersen, duwet dan jambu di kawasan perbukitan. Namun jumlahnya belum banyak sehingga potensi serangan masih terjadi saat kemarau.
Disinggung mengenai keamanan pengunjung, Sudadi mengaku tidak ada masalah karena selama ini belum ada laporan ada warga maupun pengunjung yang diserang. “Masih kami biarkan dan lokasi wisata tetap dibuka,” katanya.
Ancaman monyet ekor panjang juga dirasakan warga di beberapa desa di Kecamatan Semin. Masyarakat mulai resah karena kawanan monyet mulai menyerang area pertanian. “Kami tidak berani menanam palawija karena dijarah kawanan monyet,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Pundungsari, Sudiyono.
Menurut dia, keluhan terhadap serangan monyet ekor panjang sudah disampaikan kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat berkunjung ke Semin beberapa hari lalu. “Mudah-mudahan ada solusi sehingga lahan pertanian tidak terus dijarah oleh kawanan monyet,” tuturnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan jajarannya belum mendapatkan laporan terkait dengan serangan monyet ekor panjang terhadap lahan pertanian masyarakat. “Belum ada laporan. Untuk antisipasi sudah ada koordinasi dengan BKSDA DIY dan beberapa hari lalu sudah dilakukan survei untuk mendata jumlah populasi monyet di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun di Gunungkidul hilang sejak Senin, tim gabungan masih melakukan pencarian intensif di kawasan karst.
Penandatanganan itu menandai resminya pembukaan pelayanan keimigrasian di MPP Klaten.
Michael Olise mencetak lima assist di Piala Dunia 2026 dan menyamai rekor legenda dunia. Ia kini hanya berjarak satu assist dari Pele.
Event yang digelar di kawasan wisata Bukit Cinta Watu Prahu, Desa Gununggajah, Kecamatan Bayat itu menjadi momentum penting mengenalkan potensi geowisata.
Yamaha resmi tunjuk Jorge Martín dan Ai Ogura sebagai pebalap tim pabrikan MotoGP 2027-2028. Duet juara dunia dan bakat muda ini siap hadapi era baru.
SDN Kokap Kulonprogo mendapat dana APBN Rp2,1 miliar untuk relokasi sekolah terdampak pergerakan tanah. Bangunan baru ditargetkan siap Oktober 2026.